Meski diberi ASI, banyak ibu yang memutuskan untuk menyalurkan ASI kepada anak dengan cara diperah dan diberikan lewat botol dot. Memberi ASI perah lewat dot sebenarnya lumrah terjadi. Hanya saja seringkali anak kesulitan meninggalkan botol dotnya itu, lalu adakah cara menyapih anak dari dot yang bisa dilakukan?

Untuk bunda yang merasa sudah waktunya anak berpisah dari botol dotnya dan ingin menyapihnya, bunda bisa lakukan jauh – jauh hari karena proses menyapih bukan sebuah proses yang instan.

Butuh waktu yang tidak sebentar untuk melakukan proses menyapih dan kali ini kami akan berikan caranya!

Cara Menyapih Anak dari Dot Paling Work

1. Mulai perkenalkan gelas sippy

gelas sippy untuk anak

Gelas sippy adalah gelas atau cangkir yang dirancang khusus untuk balita dan tidak mudah tumpah. Bunda bisa memperkenalkannya pada anak sejak usia 6 bulan.

Biasanya, anak yang sudah mengenal gelas sippy sejak usia 6 bulan, ketika usianya di atas 12 bulan ia sudah bisa meninggalkan botol dot dan minum melalui gelas ini. Bunda bisa memberikan dan menampakkan gelas sippy ini secara teratur di masa – masa awal perkenalan.

Misalkan ketika anak makan MP-ASI, bunda bisa menampilkan gelas ini di sekitarnya agar ia tahu bahwa gelas tersebut fungsinya digunakan untuk minum. Jadi ketika merasa butuh minum, ia akan meraihnya.

2. Persingkat waktu menyusunya

Jika biasanya anak bisa menyusu lewat dot pada pagi, siang dan malam hari sebelum tidur, sekarang bunda harus sudah memberikan edukasi kepada anak bahwa ia sudah besar dan ia tidak boleh menyusu terlalu lama.

Bunda bisa mengurangi jadwal menyusui misalkan tidak lagi memberikannya di malam hari dan hanya memberikannya di pagi hari dan siang hari itu pun tidak lebih dari 30 menit. Jika ia sudah bisa untuk tidak menyusu di malam hari, lalu kurangi juga waktu menyusunya di pagi dan siang hari.

Jika sebelumnya ia menyusu pada pagi dan siang hari, sekarang bunda bisa memberikannya hanya di pagi hari atau siang hari. Cara ini sangat ampuh sebagai cara menyapih anak dari dot karena ia tidak berusaha menghindari dot terlalu keras melainkan dibantu sedikit demi sedikit untuk meninggalkannya.

3. Ganti susu dengan makanan

makanan MP-ASImakanan MP-ASI

Untuk mulai menyapih, susu tidak bisa dihilangkan begitu saja karena susu merupakan sumber nutrisi bagi bayi. Namun susu bisa diganti dengan makanan.

Misalkan biasanya kalau anak langsung minum susu dari botol dot ketika bangun tidur, sekarang bunda bisa memberikannya makanan sehat seperti buah untuknya. Buah melon, buah pir, buah apel, atau buah lain yang kaya nutrisi, kandungan serat, dan kandungan air sangat bagus untuk anak.

Dengan begitu ia bisa merasa tetap kenyang dengan cara yang sehat meski sudah tidak minum susu di pagi hari. Tapi, bagaimana jika anak tetap merengek minta dot yang biasanya?

4. Isi botol dot dengan banyak air

Siapa sih yang suka susu encer dan tidak ada rasa kental? Anak juga pastinya sangat tidak suka dengan susu yang teksturnya semacam itu.

Karena itu cara ini bisa menjadi solusi ketika anak sudah disapih tapi tetap tidak bisa move on atau meninggalkan botol dotnya. Solusinya, tetap tunjukkan botol dot tersebut tetapi beri susu yang terlalu banyak airnya.

Kemudian siapkan juga botol sippy dengan minuman yang terlihat lebih menarik misalkan diisi dengan jus jeruk, jus alpukat, jus strawberry, atau lainnya. Pasti anak akan lebih tertarik dengan botol sippynya dan jika dilakukan terus menerus, ia bisa melupakan botol dotnya.

5. Jalankan dengan konsisten

cara konsisten menyapihcara konsisten menyapih

Sesuatu yang terasa sangat berat sekalipun akan berhasil jika dijalankan dengan hati yang luas, kesabaran yang teguh, dan konsistensi. Jadi, ketika bunda menyapih pastikan untuk tidak mudah menyerah.

Beberapa anak tidak bisa disapih dalam waktu 1 atau 2 bulan, bahkan ada yang berhasil disapih pada waktu 6 – 7 bulan. Jadi, orang tua harus selalu bersikap konsisten untuk menyapih anak, jangan sampai menyerah begitu saja sampai anak berhasil disapih.

Oh ya, ketika berada pada fase disapih, beberapa anak akan mudah mengalami tantrum. Hal tersebut dipicu karena ada perasaan tidak terpenuhi di dalam hatinya. Anak merasa ia tidak bisa mendapatkan susu atau ASI yang biasanya ia dapatkan.

Jika hal tersebut terjadi, atasi tantrum anak, baca : Cara Mengatasi Anak Tantrum di Sekolah, Cek Di Sini!

Demikian informasi yang kami dapat bagikan terkait cara menyapih anak dari dot yang bisa jadi solusi dalam proses menyapih. Semoga informasi yang kami bagikan di atas membantu dan mudah dipraktekkan ya bunda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *