Cerita rakyat Alue Naga merupakan sebuah kisah rakyat turun temurun yang berasal dari Aceh. Cerita ini bermula tentang keluhan rakyat pedesaan Aceh yang mendapati bahwa ada banyak hewan ternaknya hilang secara misterius.

Rakyat tentu bertanya – tanya tentang kemana hewan peliharaannya tersebut. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi di pedesaan tersebut? Simak kisahnya berikut!

Cerita Rakyat Alue Naga dari Aceh

Dahulu di tanah Aceh, hidup seorang sultan yang bernama Meurah. Sultan tersebut terkenal baik dan bijak. Ia juga seringkali berkeliling berkunjung ke pedesaan untuk mendengar keluh kesah rakyat yang jauh dari jangkauannya.

Kali ini, ketika kunjungan dilakukan, rakyat di suatu desa di Aceh mengeluh tentang hewan ternaknya yang tiba – tiba saja hilang.

Cerita Rakyat Alue Naga [sultan dan warga]

Salah satu warga berkata, “Sultan, sapi saya hilang tadi dini hari. Kemarin juga 2 kambing tetangga saya hilang entah kemana”.

Selain keluhan tersebut, warga lain yang juga ada di kerumunan mengaku sering merasakan gempa. Menurutnya, gempa yang dirasakan berasal dari sebuah bukit. Sultan pun akhirnya memerintahkan sahabatnya yaitu Renggali untuk mencari tahu keluhan masyarakat tersebut.

Renggali sendiri adalah anak Sultan Alam. Mendengar dirinya mendapat perintah, Renggali segera bergegas menuju puncak bukit. Sesampainya di sana, ia melihat ada genangan air yang sangat luas.

gunung dan bukitgunung dan bukit

Kemudian suara menggelegar yang meminta maaf terdengar memekakkan telinga.

“Ku mohon, maafkan aku!”

Bersamaan dengan suara itu, gempa terjadi. Renggali tentu mencari sumber suara itu. Ternyata, ia melihat seekor naga besar yang tertutup Semak belukar. Renggali tentu terkejut.

“Siapa kamu?” tanya Renggali.

“Aku adalah naga yang dahulu merupakan sahabat dari ayahmu” ungkap sang naga.

Naga tersebut juga meminta kepada Renggali agar Sultan Alam dipanggilnya. Namun ayah dari Renggali tersebut sudah tiada.

Mendengar permintaan sang naga, seseorang di sana bernama Sultan Meurah mencoba mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya.

Sultan Meurah juga bertanya. “Apa yang sebenarnya membuatmu lumpuh?”

Ya, naga tersebut lumpuh dan tidak bisa berjalan. Sang naga pun mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.

“Dulu, hamba diperintah oleh Sultan Alam untuk mengantar pedang ke sahabatnya. Sahabatnya tersebut adalah Tuan Tapa dan Raja Linge. Sebagai ganti atas kerja hamba, Tuan Tapa memberi 6 ekor kerbau. Sementara Raja Linge, ia ingin menemui Sultan Alam. Raja Linge yang memiliki keinginan tersebut pun pergi bersama hamba menemui Sultan Alam dengan 2 anak buahnya.”

“Di perjalanan, hamba tergiur untuk memakan 2 ekor kerbau. Hamba pun memfitnah satu anak buah dari Raja Linge. Raja Linge pun membunuh anak buahnya itu. Lalu hamba memakan dua ekor kerbau lagi dan memfitnah satu anak buah Raja Linge yang tersisa dan Raja Linge lagi – lagi membunuhnya. Sebenarnya hamba merasa bersalah.” Cerita naga sambil terisak.

Naga melanjutkan, “Hamba masih makan dua ekor lagi dan Raja Linge tersadar bahwa hamba yang memakannya. Raja Linge yang tahu pun menusukkan pedangnya kepada hamba sampai membuat hamba lumpuh seperti sekarang. Tapi sungguh, atas kesalahan hamba, hamba sangat menyesal”.

Mendengar pengakuan tersebut, Sultan Meurah dan Renggali mencabut pedang yang selama ini membuat naga lumpuh. Setelah pedang tersebut lepas, sang naga diminta untuk kembali ke tempatnya berasal yaitu di laut.

Sambil menangis, naga itu pun menggeser tubuhnya mengikuti perintah dan secara perlahan bergerak menuju laut.

Dari sana terbentuk sebuah sungai kecil karena pergerakan naga tersebut dan pada akhirnya sungai kecil tersebut dinamakan sebagai Sungai Alue Naga.

Pesan moral cerita rakyat Alue Naga

Bersikap jujur dan kesatria atas kesalahan adalah hal yang perlu dilakukan manusia, jangan mengambinghitamkan orang lain atas kesalahan kita karena sikap tersebut hanya menimbulkan petaka untuk diri kita sendiri.

Pun demikian dengan kebohongan dan kejahatan, meski tidak sekarang suatu hari nanti akan terungkap karena kebenaran pasti akan menemui jalannya untuk menang.

Selain cerita rakyat Alue Naga, ada cerita rakyat lain yang tak kalah indah dan berasal dari Aceh juga, baca : Cerita Rakyat Putri Niwerigading dari Aceh

Itulah sedikit kisah tentang cerita rakyat Alue Naga yang terkenal dan berasal dari Aceh. Semoga kita dapat memetik hikmahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *