Kalau bicara soal cerita rakyat Jawa Barat, mungkin sebagian besar dari kita akan lebih familiar dengan cerita rakyat Jaka Tarub atau Sangkuriang saja. Padahal cerita rakyat Jawa Barat sangat banyak lho, salah satunya adalah cerita rakyat Nyi Putri Lenggang Kencana.

Siapa itu Nyi Putri Lenggang Kencana? Nyi Putri Lenggang Kencana merupakan putri dari prabu Siliwangi yang merupakan raja agung dari Kerajaan Pajajaran. Seperti apa cerita rakyat Nyi Putri Lenggang Kencana ini? Berikut kisahnya!

Cerita Rakyat Nyi Putri Lenggang Kencana

Cerita rakyat Nyi Putri Lenggang Kencana merupakan kisah cinta antara Nyi Lenggang Kencana yang merupakan putri keturunan raja dengan seorang pemuda biasa yang bernama Munding Sari.

Meski merupakan pemuda biasa, Munding Sari merupakan pemuda yang sangat diharapkan Kerajaan Pajajaran karena keterampilannya dalam menggunakan pedang dan kemahirannya dalam menakhlukkan musuh di medan peperangan.

cerita rakyat Nyi Putri Lenggang Kencana.

Keduanya sering bertemu, namun Kerajaan tidak mengetahui hal tersebut. Keduanya seringkali melakukan pertemuan diam – diam di Taman Keputrian.

Suatu hari, sang putri yang juga merupakan kekasih Munding Sari yakni Nyi Putri Lenggang Kencana dijodohkan dengan seorang raja muda dari Kerajaan Sunda Galuh yang bernama Rangga Sena.

Perjodohan tersebut bukan tanpa sebab. Perjodohan tersebut dilakukan untuk menyatukan kekuatan antara Kerajaan Pajajaran dengan Kerajaan Sundah Galuh dalam menghadapi perang yang akan dilakukan melawan Kerajaan Majapahit.

Di sisi lain, Munding Sari mendapatkan tugas langsung dari raja untuk berperang melawan Tejamaya yang sudah mendurhakai kerajaannya. Hanya saja, sebelum berangkat bertugas, Munding Sari mengetahui kabar perjodohan antara Nyi Putri Lenggang Kencana dengan Rangga Sena.

Munding Sari yang sudah sangat mencintai kekasihnya itu tentu saja tidak terima. Ia ingin melawan raja dan membunuh Rangga Sena saat itu juga. Namun sebelum itu, Munding Sari juga ingin tahu apa jawaban sang kekasih.

Di malam hari, Munding Sari pun menemui sang putri di Taman Keputrian, tempat biasa mereka bertemu. Namun Munding Sari tak mendapatkan jawaban sesuai keinginannya. Jawaban yang ia dapatkan hanyalah kabar bahwa Nyi Putri Lenggang Kencana berencana menerima perjodohan itu karena ingin berbakti kepada sang ayah dan Kerajaan tempat dirinya dibesarkan.

Tentu saja Munding Sari semakin kacau. Ia yang awalnya sangat yakin bahwa status sosial tidak akan menghalangi kisah cinta mereka, kini benar – benar meragukan keyakinan naifnya itu.

Munding Sari pun mengadukan nasibnya kepada Batari Durga. Pun begitu dengan Nyi Putri Lenggang Kencana. Ia tak tahu bahwa di tempat itu sudah ada Munding Sari yang juga sedang mengadukan Nasib.

Dalam kebimbangan, Nyi Putri Lenggang Kencana berkata lirih, “Oh dewa, sungguh sebenarnya aku tak ingin menghianati cintaku dan cinta kekasihku. Tapi apalah daya, aku harus patuh terhadap perintah ayahku yang juga merupakan raja dari Kerajaan ini. Tolonglah hapuskan segala luka di hatiku dan hati Munding Sari Tuhan.”

Mendengar doa Nyi Lenggang Kencana, amarah di dalam hati Munding Sari sedikit mereda. Ia pun berencana menakhlukkan Tejamaya sesuai perintah dan pulang membawa kemenangan. Setelahnya, baru ia akan memutuskan untuk tetap berada di Kerajaan atau tidak.

Ia pun berangkat menakhlukkan Tejamaya. Sesuai prediksi, Munding Sari berhasil memenangkan pertarungan tersebut. Ia tak hanya dielu – elukan oleh rakyat, tetapi juga oleh sang raja. Sang raja memang sangat senang dengan Munding Sari. Ia juga sangat menyayanginya. Hanya saja, ia juga tak bisa untuk merestui cinta Munding Sari dan anak gadisnya itu.

Keputusannya bulat, raja akan tetap melanjutkan perjodohan putrinya dengan Rangga Sena, demi rakyat. Munding Sari yang mendengar keputusan itu memang sangat kecewa, namun ia berkata “Tak boleh pahlawan Pajajaran runtuh hanya karena Perempuan” ucapnya gagah.

Itulah cerita rakyat Nyi Putri Lenggang Kencana. Bagaimana kisahnya menurut Anda? Sangat menyentuh bukan?

Cerita rakyat lainnya yang berasal dari Jawa Barat bisa Anda baca di wk-media.com. Selamat membaca!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *