• Maret 23, 2024
  • ardwk
  • 0


Paris, Prancis, WK MEDIA

KNDS selanjutnya berkomitmen untuk mengembangkan tiga sistem persenjataan darat bersama dengan PT Pindad (persero) dan BUMN Perlindungan RI lainnya.

Amaury De Poncins, Direktur Penjualan Ekspor Asia Nexter KNDS, mengatakan ia memiliki tiga bagian sistem persenjataan untuk kerja sama dengan PT Pindad. Menurutnya, BUMN itu merupakan mitra penting untuk mengembangkan sistem persenjataan darat.

“Saat ini kami ada tiga area kerja sama utama yakni artileri, amunisi dan kendaraan tempur,” kata De Poncins di Versaille, Prancis beberapa waktu lalu.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

Salah satu contoh, kata Poncins, adalah transfer pengetahuan teknologi untuk pembuatan amunisi 120 mm bagi Tank Leopard.

Diketahui, kerja sama kedua negara di bidang itu diteken pada Juni 2022 melalui Head of Agreement (HOA). Dalam situs resmi Pindad disebutkan, kerja sama ini meliputi rangkaian lengkap amunisi tank 120 mm, termasuk SHARD APFSDS, High Explosive dan pelatihan.

Pindad menjelaskan Nexter sebagai industri pertahanan terkemuka memiliki kompetensi untuk menciptakan desain dan produksi tangki amunisi 120 mm yang kompatibel dengan semua Tank Tempur Utama, yang dilengkapi meriam smooth bore NATO 120 mm.

“Perjanjian kerja sama tersebut juga mendorong manufaktur lokal yang kuat untuk memperkuat kemampuan industri Indonesia,” demikian Pindad.

Menuturkan De Poncins tentu saja kerja sama ini dapat ditingkatkan untuk senjata dengan kaliber lebih besar.

“Ini tentu saja bisa untuk amunisi 155 mm,” kata dia.

Di sisi lain, De Poncis mengatakan Pindad merupakan mitra penting dalam kerja sama di bidang ilmu itu. Apalagi katanya, BUMN itu sudah mampu mendesain kendaraan tempur dan amunisi.

Tak hanya itu, De Poncins menuturkan BUMN lain yang memiliki peran strategis adalah PT Len Industri (Persero) terkait dengan sistem elektronik, demikian pula perusahaan terkait lainnya. Menurutnya, hal ini akan bisa dilakukan di masa mendatang.

“PT Len untuk sistem elektronik, dan perusahaan lainnya bisa menjadi mitra penting kami di masa mendatang,” kata De Poncins.

KNDS sendiri merupakan perusahaan hasil merger antara German Krauss-Maffei Wegmann (KMW) dan Nexter pada tahun 2015. Perusahaan raksasa itu bertujuan untuk menjadi pemimpin di bidang pertahanan darat untuk seluruh Eropa. Sebanyak 50 persen saham dimiliki Pemerintah Prancis, dan 50 persen lainnya dimiliki oleh satu perusahaan di Jerman melalui German Family Fund.




Sejumlah prototipe tank produksi Nexter KNDS dipamerkan (Foto: WK MEDIA/Anugerah Perkasa)

Kemandirian industri pertahanan

Menteri BUMN Erick Thohir dalam pidato peresmian pembentukan Defend ID mengatakan agar holding BUMN pertahanan itu mampu memperkuat ekosistem konservasi nasional. Defend ID sendiri dibentuk pada bulan April 2022 lalu.

Pembentukan holding Defend ID juga mampu meminimalisir terjadinya tumpang tindih fokus bisnis masing-masing anggota, kata Erick dalam rilis resmi Defend ID.

Oleh karena itu, Defend ID berkomitmen untuk terus melakukan akselerasi dan menjadi lokomotif penggerak industri perlindungan Indonesia. Holding BUMN Pertahanan itu menyatakan tidak hanya dalam peluang bisnis untuk kemandirian industri, namun juga dalam konteks menjaga kedaulatan negara.

“Inovasi dan transformasi yang dilakukan DEFEND ID sejalan dengan agenda G20 di Indonesia pada tahun 2022, yakni membangun dunia yang lebih damai, stabil, dan sejahtera bersama,” demikian Defend ID.

(asa/asa)


[Gambas:Video CNN]

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *