• Oktober 19, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Ilustrasi jenis sepatu lari. Foto: Unsplash
Ilustrasi jenis sepatu lari. Foto: Unsplash

Jenis sepatu lari dibedakan berdasarkan fungsi dan kegunaannya. Penting bagi pelari untuk memilih sepatu yang tepat agar bisa berlari dengan aman dan nyaman.

Mengutip laman REI, sepatu lari yang tepat mampu memberikan fondasi yang kokoh untuk seluruh tubuh sehingga lebih kuat saat berlari. Pemilihan sepatu juga penting untuk membantu mengurangi risiko cedera.

Secara umum, sepasang sepatu lari dapat digunakan untuk berlari sejauh 400 hingga 500 mil atau selama 3-4 bulan bagi pelari rutin. Jika sol tengah dan sol luarnya sudah aus, pelari disarankan untuk mengganti sepatunya agar bisa tetap berlari secara maksimal.

Jenis Sepatu Lari

Ilustrasi sepatu lari. Foto: Pexels
Ilustrasi sepatu lari. Foto: Pexels

Selain berfungsi sebagai pelindung, sepatu lari juga berperan untuk memastikan kaki mampu melangkah seefisien mungkin saat berlari. Sepasang sepatu yang ideal bergantung pada banyak faktor seperti lingkungan, gaya lari, dan preferensi lainnya.

Ada berbagai jenis sepatu lari yang memiliki fungsi berbeda-beda. Dirangkum dari situs Runners Blueprint, berikut jenis-jenisnya:

1. Sepatu Lari Ringan

Sepatu lari ringan atau lightweight shoes dirancang khusus untuk latihan kecepatan yang intens, seperti sprint, interval, dan fartlek. Sepatu ini memiliki lebih sedikit busa dan bantalan di bawah kaki dibandingkan dengan sepatu biasa.

Desain tersebut memungkinkan kaki bebas melentur dan bergerak dengan cepat. Dengan menggunakan sepatu ini, langkah pelari akan terasa lebih ringan sehingga mereka mampu berlari lebih lincah.

2. Sepatu Stabilitas

Sesuai namanya, stability shoes alias sepatu stabilitas merupakan sepatu lari yang berfungsi menjaga keseimbangan seseorang ketika berlari. Sepatu ini memberikan stabilitas yang dibutuhkan kaki untuk menempuh jarak lari maksimal.

Jenis sepatu lari ini menawarkan perpaduan sempurna antara bantalan dan penyangga sehingga meningkatkan kenyamanan dan mengurangi kemungkinan cedera yang disebabkan oleh mekanisme kaki yang tidak tepat.

Baca juga: 5 Tips Memilih Sepatu Lari yang Tepat dan Nyaman

3. Sepatu Trail

Ilustrasi sepatu trail. Foto: Pexels
Ilustrasi sepatu trail. Foto: Pexels

Bagi yang gemar berlari di rute ekstrem, sepatu trail mungkin cocok untuk kamu. Ini merupakan perpaduan antara sepatu lari dan sepatu hiking yang didesain khusus untuk mengatasi medan bergelombang.

Sepatu trail juga memiliki daya cengkram yang unggul sehingga dapat digunakan untuk melintasi jalan berlumpur, padang rumput, maupun jalan setapak yang padat. Solnya yang lebih lengket berguna agar kamu tidak mudah terpeleset saat berlari melewati jalanan yang licin.

4. Sepatu Pengatur Gerak

Lari melibatkan banyak gerakan pada kaki, termasuk menekuk kaki ke arah dalam (pronasi). Penekukan kaki yang berlebihan dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau bahkan cedera. Di sinilah sepatu pengatur gerak atau motion control shoes berperan.

Motion control shoes didesain untuk membatasi dan mencegah pronasi berlebihan selama berlari. Dengan strukturnya yang kaku dan sol yang lebar, sepatu lari ini menciptakan fondasi yang kokoh untuk kaki sehingga kamu bisa bergerak bebas tanpa perlu mengkhawatirkan risiko cedera.

5. Cushioned Shoes

Cushioned shoes, juga dikenal sebagai neutral padded shoes, adalah jenis sepatu lari yang menawarkan kenyamanan bagi penggunanya karena insole-nya yang lembut dan empuk. Di sisi lain, bagian outsole dan midsole-nya mampu menahan guncangan saat lari sehingga dapat mengurangi ketegangan pada sendi dan otot-otot kaki.

Sepatu ini memungkinkan kaki untuk bergerak secara alami. Dengan menggunakannya, pelari bisa berlari dengan bebas tanpa perlu membatasi gerakannya.

(ADS)

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *