• April 5, 2024
  • ardwk
  • 0


Jakarta, WK MEDIA

Sebanyak enam operator memenuhi panggilan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk memberikan penjelasan mengenai kenaikan harga tiket pesawat yang mereka berlakukan saat ini Lebaran Hari Raya Idulfitri 2024.

Mereka menyampaikan dokumen yang diminta KPPU terkait kebijakan itu. Mereka adalah PT Garuda Indonesia Tbk, PT Citilink Indonesia, PT Sriwijaya Air, dan PT NAM Air.

Sementara PT Lion Air dan PT Wings Air Abadi telah memenuhi panggilan, namun belum menyampaikan dokumen yang diminta KPPU.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

Satu maskapai penerbangan yakni PT Batik Air Indonesia tidak hadir memenuhi panggilan dan tidak menyampaikan dokumen yang diminta KPPU.

Menyikapi berbagai tanggapan para maskapai yang menjadi laporan tersebut, KPPU meminta agar mereka kooperatif dalam melaksanakan putusan.

“Para perusahaan harus mematuhi perintah yang memiliki kekuatan hukum tetap tersebut. Mereka harus menunjukkan sikap kooperatif untuk memberitahukan secara tertulis setiap kebijakan yang akan berpengaruh terhadap peta persaingan usaha, serta informasi dan dokumen yang diminta agar dapat menilai apakah mereka menjalankan kinerjanya,” tutur Anggota KPPU Gopprera Panggabean melalui keterangan resmi, Jumat (5/4).

Proses pemanggilan dilaksanakan KPPU antara tanggal 26 Maret s/d 2 April 2024.

Dalam pertemuan itu, KPPU melakukan klarifikasi atas pelaksanaan eksekusi, tren kenaikan harga tiket, serta penjualan subkelas tiket dengan harga paling tinggi tujuh hari sebelum dan setelah lebaran.

Saat ini, KPPU tengah mengolah data yang diperoleh dari berbagai maskapai dan Kementerian Perhubungan.

Setelah pemanggilan maskapai, KPPU juga akan memanggil travel agent untuk mendapatkan informasi terkait kebijakan-kebijakan yang dibuat ketujuh maskapai tersebut.

Khususnya, yang berpengaruh terhadap peta persaingan usaha, seperti harga tiket yang dibayar oleh masyarakat, dan yang tidak diberitahukan secara tertulis kepada KPPU seperti subkelas harga tiket yang dijual, frekuensi penerbangan dan sebagainya.

Setelah menerima seluruh dokumen dari maskapai dan pihak terkait lainnya, KPPU akan melakukan analisis untuk melihat perilaku para maskapai dalam mematuhi Putusan KPPU a quo, sekaligus menentukan apakah tidak ada indikasi yang mengarah pada dugaan persaingan usaha tidak sehat antar maskapai.

[Gambas:Video CNN]

Jika terdapat indikasi, KPPU dapat melakukan tindak lanjut dengan melakukan penyelidikan awal perkara inisiatif atas dugaan pelanggaran yang ada.

Sebelumnya, KPPU memanggil tujuh maskapai yang menjadi terlapor dan terbukti bersalah dalam melakukan kartel harga tiket.

Para maskapai wajib menjalankan Putusan KPPU yang mewajibkan para Terlapor untuk memberitahukan secara tertulis kepada KPPU setiap kebijakan yang akan mempengaruhi peta persaingan usaha, harga tiket yang diterima oleh konsumen dan masyarakat, sebelum kebijakan tersebut diambil.

Kewajiban tersebut berlaku selama dua tahun sejak tanggal 18 September 2023.

(del/agt)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *