• Oktober 25, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Polres Minahasa Selatan saat menggelar konferensi pers terkait kasus pembunuhan anak usia dua tahun yang dilakukan oleh seorang pria asal Kota Manado.
Polres Minahasa Selatan saat menggelar konferensi pers terkait kasus pembunuhan anak usia dua tahun yang dilakukan oleh seorang pria asal Kota Manado.

AMURANG Kasus penikaman yang dilakukan oleh pelaku VT alias Valen alias Kats (22), terhadap seorang anak usia dua tahun di Desa Elusan, Kecamatan Amurang Barat, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara (Sulut), mendapatkan perhatian banyak orang.

Mereka menilai pria pengangguran asal Teling Tingkulu, Kecamatan Wanea, Kota Manado ini, begitu tega melakukan tindakan sadis tersebut kepada anak usia dua tahun tanpa ada rasa bersalah. Banyak warga mengutuk tindakannya.

Sejumlah fakta pun terungkap usai VT alias Valen alias Kats berhasil diamankan Polres Minsel. Terungkap jika pelaku saat melakukan penikaman sudah dalam kondisi mabuk minuman keras. Selain itu, dia juga sempat meminum delapan butir obat-obatan terlarang.

Berikut sejumlah fakta pada kasus penikaman anak usia dua tahun bernama Kenzie Tambun tersebut.

1. Pesta Minuman Keras di TKP

Kapolres Minsel, AKBP Feri Sitorus, mengatakan pelaku bersama dengan beberapa rekannya di tempat kejadian perkara sedang melakukan pesta minuman keras. Saat itu, pelaku datang bersama dengan pacarnya. Selain itu, pelaku juga telah minum obat-obatan keras sebanyak 8 butir.

2. Korban dibawa oleh ayahnya ke TKP

Korban Kenzie Tambun, anak usia dua tahun berada di TKP setelah dia dibawa oleh ayahnya dengan motor. Saat sampai di tempat itu, korban kemudian digendong oleh pacar dari pelaku yang akhirnya menikam korban sebanyak dua kali.

3. Pelaku Incar Tikam Pacar Justru Terkena korban Anak

Pelaku yang dalam kondisi mabuk bertengkar dengan pacarnya. Pelaku kemudian mencoba untuk menikam pacarnya itu dengan senjata tajam jenis pisau. Namun, bukannya terkena ke pacarnya, pisau itu justru menikam korban anak yang sedang digendong. Melihat bukan pacarnya yang kena tikam, pelaku kembali mengulangi aksinya dan lagi-lagi mengenai tubuh korban.

4. Korban ditikam 2 kali hingga organ tubuh rusak

Korban anak usia dua tahun mengalami dua luka tikaman yang disarangkan oleh pelaku. Akibat luka tikam itu, organ tubuh korban mengalami kerusakan. Di TKP, korban bersimbah darah saat dipeluk oleh pacar pelaku.

5. Sempat bertahan, korban meninggal di RS Manado

Korban yang telah mengalami dua luka tikam dilarikan oleh warga ke rumah sakit di Minahasa Selatan. Karena keterbatasan alat, korban kemudian dirujuk ke RSUP Prof Kandouw yang ada di Manado. Namun, setelah sempat bertahan beberapa waktu, korban akhirnya mengembuskan napas terakhir.

6. Pelaku melarikan diri ke Manado

Pelaku usai melakukan aksi menikam anak usia dua tahun, kemudian dihakimi oleh masyarakat sekitar. Namun, pelaku berhasil kabur hingga ke Manado. Dirinya berhasil ditangkap oleh Tim Resmob Polres Minsel saat bersembunyi di rumah kakek dan neneknya.

7. Diancam Penjara Seumur Hidup

Akibat perbuatan biadab, pelaku terancam hukuman penjara seumur hidup. Dia terbukti melanggar pasal 76C Jo Pasal 80 ayat (3) Undang-undang No 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang undang No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, dan pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat No. 12 tahun 1951 dan tentang membawa, menyimpan dan memiliki/ menguasai senjata tajam tanpa izin.

“Dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup, atau pidana paling lama 15 tahun, dan atau denda uang paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 3 miliar,” kata Feri.

8. Pisau yang digunakan menikam anak usia tahun memiliki panjang 26 cm

Adapun barang bukti yang disita Polres Minsel adalah senjata tajam jenis pisau terbuat dari besi biasa dengan ukuran panjang keseluruhan 26 cm, dengan ukuran mata pisau 18 cm lengkap dengan sarung yang dililit dengan lakban warna hitam.

febry

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *