• Oktober 27, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Rekaman CCTV yang menunjukkan saat napi kasus pemerkosaan berhasil ke luar dari Lapas Kelas II A Manado.
Rekaman CCTV yang menunjukkan saat napi kasus pemerkosaan berhasil ke luar dari Lapas Kelas II A Manado.

MANADO – Seorang narapidana (napi) kasus pemerkosaan berinisial RB alias Ridho (20), berhasil kabur dari Lapas Kelas II A Manado dengan memanfaatkan kelalaian petugas Lapas yang sementara disibukkan dengan agenda sertijab kepala lapas yang baru, Rabu (18/10) pekan lalu.

Sepekan kemudian atau Rabu (25/10), RB alias Ridho berhasil ditangkap kembali di daerah asalnya Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut). RB alias Ridho adalah napi kasus pemerkosaan dengan hukuman penjara tujuh tahun, di mana dia sudah menjalani masa tahanan sejak 27 Oktober 2022 lalu.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II A Manado, Radi Setiawan, mengungkapkan alasan dari napi tersebut hingga berani kabur dari tahanan.

Menurutnya, napi itu rindu keluarga, karena sejak pertama kali ditahan, dia tidak pernah dikunjungi oleh keluarganya. Untuk itu, ketika dia melihat ada peluang untuk melarikan diri, dia langsung melakukannya.

"Alasan utama adalah dia tidak pernah dibesuk keluarga. Tapi, sebenarnya ada naluri manusia yang kalau sudah ditahan, dan merasa kurungannya lama, bagaimana caranya dia lari," ujar Radi.

Radi sendiri menganggap kasus tersebut sebagai kado pahit dirinya menjabat sebagai Kepala Lapas Kelas II A Manado sekaligus hari ulang tahunnya.

Ini dikarenakan kejadian napi kabur itu terjadi saat Sertijab berlangsung yang juga bertepatan dengan ulang tahunnya.

"Hari itu, sertijab serta hari ulang tahun saya. Jadi ini jadi kado pahit. Jadi, ada kue hari ulang tahun tapi diberikan bersama dengan data tadi (napi melarikan diri) di sampingnya," ujarnya.

Untuk itu, Radi mengatakan jika ini menjadi teguran untuk lebih ketat lagi. Menurutnya itu adalah risiko kerja, yang walaupun hanya terjadi kelalaian kecil, tapi menjadi besar dampaknya.

"Seluruh petugas yang berjaga saat kejadian itu sudah diperiksa oleh tim dari Kanwil Kemenkumham Sulut. Untuk sanksi, juga diserahkan sepenuhnya ke tim yang melakukan pemeriksaan," ujar Radi kembali.

febry kodongan

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *