• Oktober 26, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Amran Sulaiman mengucapkan sumpah saat dilantik menjadi Menteri Pertanian di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/10/2023). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
Presiden Jokowi resmi melantik kembali Amran Sulaiman sebagai Menteri Pertanian (Mentan) yang baru, menggantikan Syahrul Yasin Limpo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (25/10). Amran merupakan Mentan di periode pertama pemerintahan Jokowi, 2014-2019.

Amran menyebut, ada beberapa hal yang perlu dibenahi di Kementan, berikut rangkumannya:

Mengaku Berpengalaman Hadapi El Nino

Amran mengaku tidak khawatir menerima tawaran jabatan Mentan kala Indonesia menghadapi krisis pangan akibat el nino.

Menurutnya, ia jajaran di Kementan sudah terbiasa dengan sederet permasalahan yang timbul akibat kemarau panjang. Apalagi menurutnya, kemarau panjang saat 2014-1029 lebih parah dibanding saat ini.

“Kita kan sudah berpengalaman, bukan saya, teman berpengalaman, teman (Kementerian) Pertanian. El nino di 2015 tekanannya lebih tinggi, tapi bisa lolos,” kata Amran di Kantor Kementan pada Rabu (25/10).

Amran juga mengeklaim, usai menghadapi ganasnya el nino pada 2015, pihaknya juga membesut swasembada beras, tepatnya pada 2016 dan 2017. “Dan tahun berikutnya tidak impor tahun berikutnya 2016 , 2017,” tambah Amran.

Ditugaskan untuk Tingkatkan Produksi Pangan

Mentan Amran Sulaiman. Foto: Widya Islamiati/kumparan

Amran yang menjabat sebagai Mentan untuk yang kedua kalinya ini diamanahkan untuk meningkatkan produksi pangan oleh orang nomor satu di Indonesia.

“Tingkatkan produksi,” kata Amran saat ditanya mengenai pesan Presiden Jokowi terkait jabatan barunya, di Kantor Kementan pada Rabu (25/10).

Amran menyebut ia dan jajarannya baru akan membahas program-program dan strategi yang akan dilakukan selama kepemimpinannya pada agenda Rapat Pimpinan (Rapim) internal Kementan. Rapat tersebut diagendakan pada Kamis (26/10).

Optimistis Dapat Tekan Impor

Kembali ke kantor yang pernah menjadi tempat kerjanya empat tahun lalu, Amran menyoroti kuota impor pangan tahun ini dan optimistis dapat menekan angka tersebut.

Ia berkaca pada program swasembada beras yang diusungnya, saat menjadi Mentan pada era pemerintahan Jokowi yang pertama.

Menurutnya, program tersebut berhasil. Bahkan, Amran menyebutkan menekan impor beras pada titik nol adalah hal yang mudah, semudah membalikkan telapak tangan.

“Karena dulu swasembada semuanya karena teman-teman (di Kementan), aku hanya bagian kecil dari Kementan. Percaya ini berubah semudah membalikkan telapak tangan,” ujar Amran.

Ingin Swasembada Beras 3 Tahun Lagi

Mentan Definitif Amran Sulaiman di Kantor Kementan pada Rabu (25/10/2023). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Amran berupaya menutup keran impor dan membuat Indonesia swasembada beras. Ia mengakui upaya tersebut tidak bisa diwujudkan dalam waktu dekat.

“Bukan tahun depan, kita usahakan 2 sampai 3 tahun. Saya ulangi, jangan sampai salah pemberitaan, 2 sampai 3 tahun kembali lagi stabil swasembada,” tutur Amran saat ditemui usai acara ramah tamah di kantor Kementan pada Rabu (25/10).

Selain beras, Amran akan mengusahakan untuk menekan impor komoditas lain, seperti jagung dan bawang merah. Menurutnya, hal ini menjadi fokus kerja dalam satu tahun ke depan.

Amran mengaku optimis target tersebut dapat tercapai seperti yang pernah dilakukan pada 2017 dan 2021 lalu.

“Satu tahun ini saya fokus pada produksi padi, jagung dan kedelai. Kita menekan dulu impor agar bisa swasembada,” tutur Amran.

Janjikan Tak Akan Ada Proyek Titipan

Nama Amran Sulaiman mencuat setelah sukses menjadi pengusaha, yang berawal dari perusahaan racun tikus dengan nama Tiran “Tikus diracun Amran”, yang kemudian menjadi cikal bakal Tiran Group.

Kendati demikian, Amran menjanjikan, kepemimpinannya di Kementan yang kedua kali ini, tidak akan dibumbui dengan cawe-cawe proyek.

Kamu tidak kenal saya? Pernah aku main-main di sini? Pernah aku titip (proyek)? Tolong dikasih tau, tidak ada kompromi,” jawab Amran di Kantor Kementan, Rabu (25/10).

Amran mengeklaim pernah menutup perusahaan rintisannya yang bergerak di bidang obat pembasmi hama tikus saat menduduki jabatan Mentan pada 2014-2019.

Meskipun Amran menegaskan, perusahaan miliknya yang lain tidak diberhentikan sebab tidak berkaitan dengan bidang pertanian.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *