• Oktober 26, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Ilustrasi vaksin cacar monyet. Foto: Shutterstock
Ilustrasi vaksin cacar monyet. Foto: Shutterstock

Kemenkes RI melaporkan pasien cacar monyet (monkeypox) sudah mencapai 14 kasus per Kamis (26/10). Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu mengatakan penyebaran cacar monyet di Indonesia bisa mencapai 3.600 kasus dalam setahun apabila tak diantisipasi.

Sebab itu, Maxi mengatakan Kemenkes telah berupaya mengimpor vaksin cacar monyet untuk menekan laju penyebaran cacar monyet. Targetnya, Kemenkes bisa mengimpor 6.500 vaksin untuk diberikan per orang dua dosis.

"Untuk mengimpor vaksin kami rapat kemarin malam dengan Farmalkes, mereka lagi mengadakan, lagi minta (penambahan) karena vaksinnya terbatas," kata Maxi dalam konpers update perkembangan cacar monyet melalui zoom, Kamis (26/10).

"Hitungan kami seperti yang saya katakan ada 3.600-an (kasus) perkiraan kita sehingga kami mengusulkan dua kali dosis kita harus menyiapkan minimal ada 6.500," tambah Maxi.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, di Gedung MPR RI, Rabu (24/8/2022). Foto: Ainun Nabila/kumparan
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, di Gedung MPR RI, Rabu (24/8/2022). Foto: Ainun Nabila/kumparan

Maxi mengatakan saat ini sudah ada 1.000 dosis vaksin untuk 500 orang kelompok terbatas mulai dari pelaku seksual aktif hingga pengidap HIV. Ia menambahkan, rencananya ada 2.000 dosis vaksin bantuan dari ASEAN.

"Tapi, ya, kita alhamdulillah ada bantuan dari ASEAN, ada 2.000-an dosis katanya akan dibantu dari ASEAN untuk Indonesia. Jadi saya kira dalam waktu dekat kita ada stok 2.000-an dari ASEAN," jelas Maxi.

"Kalau dikurangi 2.000 dari ASEAN ya (sisanya) masih cari lagi. Itu Dirjen Farmalkes lagi mengusahakan," ujar dia.

Selain itu, Maxi mengatakan akan terus berkoordinasi dan melaporkan perkembangan kasus cacar monyet di Indonesia ke WHO.

"Kita tetap laporkan ke WHO dan (minta) saran-saran, kita libatkan WHO dalam rapat, saran mereka vaksinasi diteruskan ke kelompok-kelompok yang saya katakan tadi," pungkasnya.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *