• Oktober 19, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Ilustrasi hak VOC untuk menebang tanaman rempah-rempah di Maluku adalah. Foto: Pexels/Pixabay
Ilustrasi hak VOC untuk menebang tanaman rempah-rempah di Maluku adalah. Foto: Pexels/Pixabay

Sebelum merdeka, Indonesia menjadi negara jajahan Belanda. Saat berkuasa, Belanda mendirikan sebuah perusahaan bernama VOC. Salah satu hak VOC untuk menebang tanaman rempah-rempah di Maluku adalah hak ekstirpasi.

Kebijakan ini menjadikan VOC memonopoli kekayaan rempah-rempah di Maluku yang dibutuhkan bangsa Eropa. Akibatnya, kebijakan tersebut memberikan dampak besar bagi masyarakat Maluku.

Hak VOC Menebang Tanaman Rempah-Rempah di Maluku

Ilustrasi hak VOC untuk menebang tanaman rempah-rempah di Maluku adalah. Foto: Pexels/Pixabay
Ilustrasi hak VOC untuk menebang tanaman rempah-rempah di Maluku adalah. Foto: Pexels/Pixabay

Dikutip dari buku Sejarah: SMA Kelas XI oleh M. Habib Mustopo, dkk (2017), ekstirpasi VOC adalah hak VOC untuk menebang tanaman rempah-rempah di Maluku agar tidak terjadi melebihi produksi yang dapat menyebabkan harga rempah-rempah merosot.

Kebijakan ini diterapkan pada abad ke-17 yang bertujuan untuk mengendalikan produksi dan perdagangan rempah-rempah di wilayah jajahan Hindia Timur dalam memenuhi kebutuhan di Eropa.

Hak ekstirpasi VOC sendiri memiliki beberapa tujuan, yakni:

1. Menjaga Kestabilan Produksi Rempah

Salah satu tujuan utama ekstirpasi adalah untuk menjaga stabilitas produksi rempah-rempah. Dengan mengontrol proses produksi dan menentukan jenis tanaman yang ditanam, VOC berharap dapat menjaga ketersediaan rempah-rempah dalam jumlah yang cukup.

2. Menjaga Harga Jual Tetap Tinggi

Dengan mengontrol produksi dan distribusi rempah-rempah, VOC dapat menjaga harga jual rempah tetap tinggi. Hal ini membantu perusahaan memaksimalkan keuntungan dari perdagangan rempah-rempah yang memiliki nilai tinggi di pasar Eropa.

3. Menjaga Kekuatan Monopoli VOC

VOC ingin mempertahankan posisi monopoli atas perdagangan rempah-rempah. Dengan mengatur produksi dan penyaluran rempah-rempah, VOC dapat menghindari persaingan dan mempertahankan dominasinya.

4. Mengatur Petani

Melalui kebijakan ekstirpasi, VOC menginstruksikan petani di wilayahnya untuk menanam jenis rempah-rempah tertentu yang diinginkan. Jadi, VOC memiliki kontrol penuh atas jenis rempah-rempah yang diproduksi.

5. Menjaga Produksi Tidak Berlebihan

Dengan mengatur produksi dan penyaluran rempah-rempah, VOC dapat mencegah produksi yang berlebihan atau penyaluran rempah-rempah kepada pihak lain yang dapat mengganggu monopoli VOC.

Ekstirpasi VOC adalah strategi dari perusahaan dagang Belanda dalam memonopoli perdagangan di berbagai wilayah jajahan yang mereka kuasai.

Dampak Hak Ekstirpasi VOC

Ilustrasi dampak hak ekstirpasi VOC di Maluku adalah. Foto: Unsplash/Ian Yeo
Ilustrasi dampak hak ekstirpasi VOC di Maluku adalah. Foto: Unsplash/Ian Yeo

Menjadi alat perniagaan VOC, hak ekstirpasi memiliki dampak besar bagi masyarakat Maluku. Sebab, hak ekstirpasi membuat petani rempah-rempah menderita dan terjebak dalam kemiskinan.

Hal ini diperparah dengan pemusnahan pohon rempah-rempah yang tidak dibutuhkan VOC tanpa adanya ganti rugi. Di sisi lain, petani yang membangkang akan mendapatkan siksaan hingga dibunuh.

Baca Juga: Gambaran Penderitaan Bangsa Indonesia Akibat Penjajahan pada Masa VOC

Adanya hak VOC untuk menebang tanaman rempah-rempah di Maluku membuat perusahaan tersebut mendapatkan banyak keuntungan. Akan tetapi, masyarakat Maluku mendapat penderitaan yang besar. Inilah yang membuat mereka memberontak agar terbebas dari kolonialisme.(MZM)

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *