• Oktober 22, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Ketua TPM Ganjar Presiden Arsjad Rasjid bersama Wakil Ketua Koordinator TPN Andika Perkasa, Wakil Ketua TPN Gatot Eddy Pramono dan Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo Tuan Guru Bajang, di Gedung Arsip Nasional, di Jakarta, Rabu (18/10/2023). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
Ketua TPM Ganjar Presiden Arsjad Rasjid bersama Wakil Ketua Koordinator TPN Andika Perkasa, Wakil Ketua TPN Gatot Eddy Pramono dan Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo Tuan Guru Bajang, di Gedung Arsip Nasional, di Jakarta, Rabu (18/10/2023). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Keberpihakan Presiden Jokowi semakin ramai disorot sejumlah pihak jelang Pilpres 2024. Tak sedikit yang menilai Jokowi kini cenderung mendukung bacapres Prabowo Subianto dibandingkan bacapres PDIP, Ganjar Pranowo.

Menanggapi itu, Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Presiden, Arsjad Rasjid, yakin sebagai presiden, Jokowi akan netral.

"Saya enggak lihat (kedekatan), saya hanya lihat beliau sebagai seorang presiden. Kalau dibilang lebih dekat mungkin lebih dekat dengan Mas Ganjar. (Tapi) lebih baik saya tidak mau mengada-ada," kata Arsjad dalam talkshow kumparan Info A1, dikutip Minggu (21/10).

"Saya bilang, dia akan duduk sebagai seorang presiden. Beliau akan netral. Tapi beliau ingin memastikan saja prosesnya pemilu ini aman damai, dan make sure proses ke depannya akan jadi proses yang baik," imbuh dia.

Arsjad menilai semua sosok yang punya kapabilitas maju di pilpres akan mendapat dukungan Jokowi.

"Pak Jokowi itu presiden. Kalau presiden pasti mana mungkin dong, memilih sana sini, enggak lah. Buat Pak Presiden saya rasa, semua the best talent dimajuin," kata dia.

Di satu sisi, Arsjad membantah Jokowi tak lagi dekat dengan Ganjar dan PDIP. Salah satu spekulasi, ini karena Ganjar tak lagi kerap memakai baju garis hitam putih yang didesain Jokowi.

Arsjad menjelaskan sejak awal memang filosofi hitam putih yang diambil untuk visi-misi Ganjar, bukan filosofi garis-garis.

"Siapa bilang, gini? Waktu itu kan bajunya garis-garis hitam putih. Jangan lihat garis-garisnya lihat hitam putih. (Inti sebetulnya) memastikan bahwa kalau tidak hitam putih, kita nggak mau grey," ujar Arsjad.

"Bukan (garisnya), lebih mendalaminya adalah hitam putih," pungkas dia.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *