• Oktober 25, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Ilustrasi lari. Foto: Unsplash
VO2 max adalah jumlah atau volume oksigen maksimal yang digunakan tubuh saat berolahraga. Ini merupakan indikator yang umum digunakan untuk mengukur tingkat kebugaran seseorang.

Mengetahui VO2 max diri sendiri dapat membantu seseorang berolahraga lebih maksimal, melacak peningkatan kebugaran tubuh, serta meningkatkan kesehatan jantungnya. VO2 max juga penting bagi pelari untuk mengatur pernapasannya.

Agar bisa memahaminya dengan jelas, langsung saja simak arti VO2 max dan cara meningkatkannya lewat artikel berikut.

Ilustrasi lari. Foto: Unsplash

Sebagaimana telah dijelaskan, VO2 max adalah jumlah maksimum oksigen yang digunakan tubuh selama berolahraga, termasuk lari. Seperti yang diketahui, Oksigen adalah unsur penting dalam proses pernapasan.

Mengutip Healthline, saat seseorang menghirup oksigen, paru-paru akan menyerap dan mengubahnya menjadi energi yang disebut adenosin trifosfat (ATP). ATP memberi tenaga pada sel dan membantu melepaskan karbon dioksida (CO2) yang tercipta selama proses pernapasan.

Dengan kata lain, semakin besar VO2 max kamu, semakin banyak oksigen yang dapat dihirup dan semakin efektif pula tubuh kamu menggunakan oksigen tersebut untuk menghasilkan ATP.

Itu artinya tubuh kamu dapat lebih baik dalam melakukan aktivitas kebugaran aerobik yang membutuhkan banyak oksigen seperti berlari, berenang, dan jenis olahraga kardio lainnya.
Ilustrasi lari. Foto: Unsplash

Jumlah VO2 max dapat menjadi indikator bagi pelari untuk mengukur peningkatan performanya. Jika angka VO2 max-nya tinggi, biasanya pelari akan lebih mudah mengatur pernapasan dan tidak cepat ngos-ngosan ketika berlari.

Dikutip dari Cleveland Clinic, angka VO2 max yang dimiliki setiap orang berbeda-beda. Ada banyak faktor yang memengaruhinya, seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat kebugaran.

Namun, rata-rata VO2 max pria usia 18-45 tahun yang aktif beraktivitas adalah sekitar 42,5-46,4 mL/kg/menit. Sedangkan, wanita dengan usia dan tingkat aktivitas yang sama rata-rata VO2 max-nya adalah sekitar 33,0-36,9 mL/kg/menit.

Biasanya, tes VO2 max dilakukan di fasilitas medis seperti laboratorium atau rumah sakit. Tes dilakukan oleh dokter, ahli jantung, ataupun spesialis kebugaran profesional.

Cara Meningkatkan VO2 Max

Ilustrasi HIIT, salah satu latihan untuk meningkatkan VO2 max. Foto: Unsplash
Angka VO2 max yang tinggi membuat pelari bisa lari lebih intens dan lebih lama. Meningkatkan VO2 max juga menjadi dasar yang baik jika kamu ingin mencapai target tertentu.

Apabila VO2 max kamu belum sesuai dengan yang diinginkan, kamu bisa meningkatkannya dengan mencoba beberapa jenis latihan berikut ini:

1. High Intensity Training (HIIT)

Dijelaskan dalam WebMD, high intensity training atau HIIT adalah salah satu latihan paling efektif untuk meningkatkan VO2 max. Jenis latihan ini mengharuskan kamu untuk melakukan latihan aerobik intens selama beberapa menit, mengurangi intensitas selama beberapa menit, dan meningkatkannya lagi.

2. Low Intensity Training

Meski tidak seefektif HIIT, low intensity training seperti bersepeda, hiking, dan mendayung dapat meningkatkan VO2 max karena lebih mudah dilakukan. Dengan jenis latihan ini, kami bisa melakukan latihan yang tidak terlalu intens dengan waktu istirahat yang lebih sedikit.

Latihan aerobik seperti lari jarak jauh dapat menjaga sistem kardiovaskular kamu dengan memperkuat jantung dan paru-paru. Jika terus-menerus dilakukan, aktivitas ini akan membantu kamu meningkatkan VO2 max dengan menyerap oksigen lebih banyak.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *