• Oktober 23, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Atlet para-powerlifting Indonesia, Abdul Hadi (bawah), dan Pelatih Eko Supriyanto (atas) usai pertandingan di Xiaoshan Sports Centre Gymnasium, Hangzhou, China, pada Senin (23/10). Foto: Jodi Hermawan/kumparan
Atlet para-powerlifting Indonesia, Abdul Hadi (bawah), dan Pelatih Eko Supriyanto (atas) usai pertandingan di Xiaoshan Sports Centre Gymnasium, Hangzhou, China, pada Senin (23/10). Foto: Jodi Hermawan/kumparan

Atlet Indonesia, Abdul Hadi gagal meraih hasil yang memuaskan dalam debutnya di Asian Para Games 2022. Turun di cabang olahraga para powerlifting nomor putra -49 Kg, Abdul harus tersingkir di fase grup, Senin (23/10).

Pertandingan digelar di Xiaoshan Sports Center Gymnasium, Hangzhou, China. Abdul tergabung di Grup A bersama pemegang rekor dunia asal Vietnam, Le van Cong.

Pada kesempatan pertama, Abdul mengangkat beban 168 kg. Ia berhasil mengangkatnya, namun tiga wasit menyatakan ia gagal dengan keputusan no lift: stop sequence.

Abdul mencoba mengangkat beban yang sama di kesempatan kedua. Ia juga berhasil, namun angkatannya kembali dinyatakan gagal oleh ketiga wasit dengan keputusan no lift: body position.

Pada percobaan terakhir, Abdul mencoba mengangkat beban 171 kg. Ia kembali berhasil melakukan angkatan, akan tetapi ia juga dinyatakan gagal dengan keputusan no lift: press sequence.

Atlet para-powerlifting Indonesia, Abdul Hadi (bawah), dan Pelatih Eko Supriyanto (atas) usai pertandingan di Xiaoshan Sports Centre Gymnasium, Hangzhou, China, pada Senin (23/10). Foto: Jodi Hermawan/kumparan
Atlet para-powerlifting Indonesia, Abdul Hadi (bawah), dan Pelatih Eko Supriyanto (atas) usai pertandingan di Xiaoshan Sports Centre Gymnasium, Hangzhou, China, pada Senin (23/10). Foto: Jodi Hermawan/kumparan

Eko Supriyanto selaku pelatih mengungkapkan kaget dengan keputusan wasit, terlebih di percobaan ketiga. Menurutnya, angkatan Abdul sudah baik.

"Saya melihat itu harusnya bagus. Itu kok lama [keputusan] wasit, tiba-tiba no lift. Waduh kaget lho, padahal bagus," kata Eko kepada wartawan usai pertandingan.

"Saya sudah yakin kok yang ketiga bagus, tapi mau bagaimana lagi, itu keputusan mereka," tambahnya.

Di lain sisi, Abdul sendiri mengaku tidak tahu alasan di balik keputusan wasit. Ia mengungkapkan bahwa percobaannya merupakan rekor angkatan terbaiknya dan pengalaman debutnya di Asian Para Games ini akan dijadikan sebagai pengalaman.

"Tadi itu sepertinya kalau dilihat teman-teman, sih, tadi itu kayak katanya ada miring, ada juga tadi itu kecepatan, tapi ya namanya kami ini gak bisa berpikir apa-apa, kan," terang Abdul

"Kami hanya bertanding di situ, itulah yang kami angkat, jadi saya enggak bisa mikir apa-apa lagi sudah, hanya bisa melakukan itu saja, itu juga rekor-rekor saya yang saya angkat,"

"Ini debut di Asian Para Games. Pertandingan hari ini dijadikan buat bekal kompetisi-kompetisi selanjutnya," tambahnya.

Cabor para powerlifting ditargetkan meraih satu medali perak dan medali perunggu pada Asian Para Games 2022. Ni Nengah Widiasih yang turun di nomor putri -45 kg menjadi andalan di cabor ini.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *