• Maret 24, 2024
  • ardwk
  • 0


Jakarta, WK MEDIA

Bulan Ramadan selalu penuh berkah. Salah satunya, dirasakan pedagang takjil.

Ayu (32) misalnya. Pedagang takjil di Cinangka, Depok mengatakan sudah berjualan takjil setiap Ramadhan sejak tiga tahun lalu.

Ia memulai usahanya karena saat itu berhenti bekerja akibat pandemi. Ternyata, usaha itu berlanjut sampai saat ini.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

“Saya mulai jualan takjil itu sebenarnya tidak sengaja. Ibu saya kan memang suka masak dan saya diajarin. Kebetulan Andalan saya itu risoles dan es buah. Setiap teman-teman main ke rumah pasti saya buatan dan pada nagih dan beberapa menyuruh jualan,” jelasnya.

“Nah, pas 2021 kan pandemi lagi parah-parahnya. Aku ikut kena PHK. Ya sudah deh mulai usaha buka PO risoles dan pas puasa juga aku buka lapak, ternyata orang-orang pada suka dan habis terus. Jadi lanjut sampai sekarang,” imbuhnya.

Menurut Ayu, untuk hari biasa ia hanya menjual risoles sesuai dengan pesanan yang masuk. Namun, untuk bulan Ramadhan ia menjual berbagai macam, seperti bakwan goreng, tahu, lontong, hingga es buah.

“Kalau puasa begini jualnya banyak. Kayak ini nih, ada bakwan, tahu isi, mendoan, es buah, es cincau. Tapi menu favorit tetap risoles,” jelasnya.

Ayu mengaku pada Ramadhan ini, per hari bisa meraup keuntungan hingga Rp1,5 juta. Lebih besar dibandingkan hari biasa karena hanya fokus pada satu menu.

Untuk harga risolesnya Rp5.000-Rp7.000 per biji bergantung isiannya, ada mayonise, keju, dan daging. Untuk gorengan Rp2.000 per biji dan es buah Rp5.000 per bungkus.

“Sehari kira-kira dapat Rp1,5 juta lah. Itu kalau habis. Kalau lagi hujan suka nggak habis ya paling Rp1 jutaan itu. Kalau hari biasa kan aku memang tidak buka lapak, hanya menunggu pesanan yang masuk aja, jadi tidak menu. Tapi dengan puasa tahun-tahun lalu sama sih hasilnya. Ramainya juga tetap,” kata Ayu.

Senada, Juleha (28) pedagang takjil di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, mengatakan cuan selama Ramadhan ini. Meski hanya berjualan gorengan, ia bisa memperoleh keuntungan hingga Rp800 ribu per hari.

“Bersih nya sih Rp600 ribu sampai Rp800 ribu bisa kalau lagi puasa gini,” jelasnya.

Menurutnya, dia menjual gorengan setiap hari dan tidak pernah pindah lapak. Jenisnya beragam, ada bakwan, tahu isi, tempe, cireng, ubi hingga risol isi bihun.

“Tapi kalau lagi puasa gini, ya tambahan menunya ada es buah dan Aqua botol gini (sambil menunjuk dagangannya). Harganya sih tetap sama 3 biji Rp5.000 untuk gorengan. Es buah Rp5.000 per bungkusnya,” jelasnya.

Ia mengaku selama Ramadhan, penjualannya naik signifikan. Konsumen pun membeli langsung banyak sekaligus.

“Kalau hari biasa kan memang yang belinya tidak banyak. Kalau puasa gini, banyak yang datang terutama dari orang-orang publikasi yang buka puasa sama orang-orang yang nongkrong di sini. Belinya juga banyak, kadang ada yang Rp50 ribu per orang. Pernah ada yang Rp100 ribu malah. Jadi berkah sekali untuk saya,” tutupnya.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/agt)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *