• Oktober 19, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Petugas mengitung uang rupiah di salah satu gerai penukaran uang asing di Jakarta, Rabu (27/11). Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Petugas mengitung uang rupiah di salah satu gerai penukaran uang asing di Jakarta, Rabu (27/11). Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Bank Indonesia (BI) buka suara soal lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pukul 16.11 berada di level Rp 15.815.

Gubernur BI mengungkapkan kuatnya dolar AS menyebabkan tekanan pelemahan berbagai mata uang negara lain, termasuk nilai tukar rupiah. Dibandingkan akhir tahun 2022, indeks nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama (DXY) pada 18 Oktober 2023 tercatat tinggi di level 106,21 atau menguat 2,60 persen (ytd).

Perry mengatakan, kokohnya dolar AS ini memberikan tekanan depresiasi mata uang hampir seluruh mata uang dunia, seperti Yen Jepang, Dolar Australia, dan Euro yang melemah masing-masing 12,44 persen, 6,61 persen dan 1,40 persen (ytd).

Serta depresiasi mata uang kawasan, seperti Ringgit Malaysia, Baht Thailand, dan Peso Filipina masing-masing 7,23 persen, 4,64 persen dan 1,73 persen (ytd).

"Dalam periode yang sama, dengan langkah-langkah stabilisasi yang ditempuh Bank Indonesia, nilai tukar rupiah terdepresiasi 1,03 (ytd), relatif lebih baik dibandingkan dengan depresiasi mata uang sejumlah negara di kawasan dan global tersebut," kata Perry dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Kamis (19/10).

https://www.instagram.com/p/CykqpSCtOsV

Perry melanjutkan, ke depan, sejalan dengan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah agar sejalan nilai fundamentalnya untuk mendukung upaya pengendalian imported inflation.

Di samping intervensi di pasar valuta asing, Bank Indonesia mempercepat upaya pendalaman pasar uang rupiah dan pasar valuta asing, termasuk optimalisasi SRBI dan penerbitan instrumen-instrumen lain untuk meningkatkan mekanisme pasar baik dalam meningkatkan manajemen likuiditas institusi keuangan domestik dan menarik masuknya aliran portofolio asing dari luar negeri.

"Koordinasi dengan Pemerintah, perbankan, dan dunia usaha terus ditingkatkan dan diperluas untuk implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan PP Nomor 36 Tahun 2023," tuturnya.

BI Naikkan Suku Bunga Imbas Rupiah Melemah

Petugas menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Selasa (3/1/2023). Foto: Muhammad Adimaja/Antara Foto
Petugas menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Selasa (3/1/2023). Foto: Muhammad Adimaja/Antara Foto

Ekonom LPEM FEB Universitas Indonesia (UI), Teuku Riefky mengatakan, salah satu alasan BI menaikkan suku bunga karena rupiah terus terdepresiasi.

"Kenaikan tingkat suku bunga di luar ekspektasi pasar. Memang ini didasari untuk merespons volatilitas nilai tukar yang kita hadapi sejauh ini," kata Riefky kepada kumparan, Kamis (19/10).

Meski begitu, Riefky menilai BI tidak akan menaikkan suku bunga lagi. Sebab, angka 6 persen sudah memadai untuk merespons segala tantangan ketidakpastian global.

"Kita melihat tidak akan lagi menaikkan suku bunga karena kita lihat ini sudah cukup untuk melakukan stabilitas rupiah, sehingga ruang untuk menunaikan suku bunga tidak ada," tandasnya.

Adapun, BI memutuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps atau 0,25 persen di bulan ini menjadi 6 persen. Selain itu, BI juga menaikkan suku bunga deposit facility 25 bps di level 5,25 persen dan lending facility 25 bps menjadi 6,75 persen.

Berdasarkan catatan kumparan, BI terakhir menaikkan suku bunga pada Januari 2023. Kemudian BI menahan suku bunga di level 5,75 persen selama 8 bulan berturut-turut hingga akhirnya BI menaikkan kembali suku bunga di bulan Oktober 2023.


]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *