• Oktober 30, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi bersama jajaran direksi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyampaikan paparan kinerja Bank Mandiri pada kuartal I 2023 di Jakarta, Selasa (18/4/2023). Foto: Dok. Bank Mandiri
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi bersama jajaran direksi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyampaikan paparan kinerja Bank Mandiri pada kuartal I 2023 di Jakarta, Selasa (18/4/2023). Foto: Dok. Bank Mandiri

Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) atau 0,25 persen di bulan ini menjadi 6 persen. Selain itu, BI juga menaikkan suku bunga deposit facility 25 bps di level 5,25 persen dan lending facility 25 bps menjadi 6,75 persen.

Merespons hal itu, Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, mengatakan kebijakan yang diambil BI merupakan langkah pre emptive dari otoritas moneter untuk mengantisipasi fluktuasi kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed, serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

"Karena kita mengetahui dari 5,75 persen ditingkatkan 6 persen, sehingga ini memperlebar interest rated differential antara Fed Fund Rate dengan BI7DRR," kata Darmawan dalam konferensi pers, Senin (30/10).

Meski begitu, Bank Mandiri memproyeksi ekonomi Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang terbuka. Hal itu juga akan mendorong pertumbuhan bisnis.

"Mengingat secara umum perbankan berpotensi memiliki likuiditas yang cukup untuk mendukung rencana ekspansi bisnis dalam bentuk kredit," tutur Darmawan.

Ilustrasi Gedung Bank Mandiri. Foto: Bank Mandiri
Ilustrasi Gedung Bank Mandiri. Foto: Bank Mandiri

Di sisi lain, Darmawan menuturkan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berdampak sangat terbatas terhadap ekonomi Indonesia. Pasalnya, fundamental ekonomi Indonesia masih sangat baik.

Sementara dari sisi perbankan, pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan risiko kredit pada debitur dengan pinjaman dalam valuta asing. Sebab, secara ekuivalen rupiah net kewajiban debitur menjadi semakin besar.

"Sebagai langkah antisipatif Bank Mandiri memiliki early warning sistem untuk mendeteksi penurunan kinerja debitur. selain itu kami memang mendorong pertumbuhan kredit di rupiah," terang Darmawan.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *