• Oktober 19, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Ilustrasi perkebunan sawit di Malaysia. Foto: ashadhodhomei/Shutterstock
Ilustrasi perkebunan sawit di Malaysia. Foto: ashadhodhomei/Shutterstock

Sebagai negara produsen crude palm oil (CPO) terbesar dunia dengan produksi 47 juta ton per tahun, sudah lama Indonesia bercita-cita memiliki bursa CPO.

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Didid Noordiatmoko menyebut pihaknya tengah menunggu respons dari negara lain setelah Indonesia meresmikan Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia.

Menurutnya, respons itu akan dilihatnya pada ajang Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) yang akan digelar pada 1-3 November 2023 di Bali.

Didid menyebutkan pihaknya akan mengenalkan sekaligus mempromosikan bursa CPO Indonesia di ajang tersebut.

“Itu baru mau kita lihat nanti tgl 1-3 (November) di Bali kan ada konferensi IPOC kelapa sawit dunia, itu nanti saya akan jualan disitu nanti kita lihat respons-nya,” kata Didid kepada awak media di sela-sela acara Trade Expo Indonesia (TEI) 2023 di ICE BSD, Tangerang pada Kamis (19/10).

Didid Noordiatmoko Kumparan di sela-sela acara Trade Expo Indonesia (TEI) di ICE BSD, Tangerang pada Kamis (19/10/2023). Foto: Widya Islamiati/Kumparan
Didid Noordiatmoko Kumparan di sela-sela acara Trade Expo Indonesia (TEI) di ICE BSD, Tangerang pada Kamis (19/10/2023). Foto: Widya Islamiati/Kumparan

Lebih lanjut Didid menjelaskan saat ini pihaknya tengah berusaha terus mempromosikan dan mengenalkan Bursa CPO Indonesia.

“Ini kan saya dalam tahap jualan nih, iya kan bahwa indonesia punya bursa loh,” tambah Didid.

Kendati demikian Didid menyebutkan Bursa CPO Indonesia masih dalam tahap pengembangan.

“Jangan ini baru launching seminggu yang lalu terus kalian berharap ini sudah melebihi bursa malaysia, jangan gitu lah. Kita akan seperti bursa Malaysia, iya, tapi kita tidak dalam porsi persaingan tapi kita akan kolaborasi untuk bisa yang sebaik-baiknya,” tutup Didid.

IPOC merupakan wadah para pelaku bisnis dan pemangku kepentingan (stakeholders), pemilik, CEO dan eksekutif, dan para pengambil kebijakan baik tingkat nasional maupun internasional, untuk bersama-sama membahas isu-isu strategis di seputar industri kelapa sawit dari hulu sampai ke hilir.

Foto udara pekerja menggunakan alat berat untuk menumbangkan pohon kelapa sawit di Mesuji Raya, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Sabtu (29/4/2023). Foto: Budi Candra Setya/ANTARA FOTO
Foto udara pekerja menggunakan alat berat untuk menumbangkan pohon kelapa sawit di Mesuji Raya, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Sabtu (29/4/2023). Foto: Budi Candra Setya/ANTARA FOTO

Sebelumnya, Bursa CPO ini resmi diluncurkan oleh Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) pada Jumat, (13/10) di Jakarta.

Peluncuran Bursa CPO ini merupakan terobosan yang dilakukan Kementerian Perdagangan melalui Bappebti dalam memperbaiki tata kelola perdagangan CPO di Bursa Berjangka.

Selain itu, Bursa CPO Indonesia diharapkan dapat mendorong pembentukan harga acuan CPO. Zulhas mengatakan, Indonesia berkontribusi lebih dari 50 persen kebutuhan CPO dunia, namun belum memiliki harga acuan sendiri. Harga patokan ekspor CPO saat ini bersumber dari Rotterdam dan Malaysia.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *