• Oktober 25, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Bayinya Lahir Tanpa Ginjal, Ibu di AS Sumbangkan Satu Miliknya. Foto: Shutterstock
Bayinya Lahir Tanpa Ginjal, Ibu di AS Sumbangkan Satu Miliknya. Foto: Shutterstock

Emmie Hope Mahoney lahir pada Maret 2021 tanpa salah satu organ vital, yakni ginjal. Padahal, sang ibu, Andi Mahoney, mengungkapkan kehamilannya berjalan lancar. Hingga, pada saat melakukan USG di usia kehamilan 20 minggu, dokter menemukan janinnya menderita agenesis ginjal bilateral, atau kondisi di mana ginjalnya tidak pernah berkembang.

Kondisi ini terjadi pada 1 dari sekitar 4.500 kelahiran hidup di Amerika Serikat. Lebih dari 40 persen bayi yang lahir dengan kondisi ini akan lahir mati. Dan jika lahir dalam kondisi hidup, sebagian besar hanya akan bertahan selama beberapa jam saja.

Tetapi, Andi tidak ingin putrinya mengalami kondisi tersebut. Tidak lama setelah hasil USG menunjukkan ginjal janinnya tidak berkembang, Andi langsung mencari seorang spesialis dan menemukan ahli dari Fetal Institute di Miami, Dr. Reuben Quintero.

"Hanya sekitar 0,013 persen kasus di Amerika. Dan alasan mengapa kondisi tersebut bayi tidak mungkin bertahan karena ia tidak memiliki cairan. Karena mereka tidak punya ginjal untuk buang air kecil, dan tidak menelan cairan apa pun seperti kondisi normal," kata Quintero kepada Andi saat itu.

Dokter pun tidak mengetahui penyebab kondisi tersebut terjadi. Namun, seperempat dari kasus yang dilaporkan disebabkan oleh faktor genetik.

Tidak hanya pada ginjal, agenesis ginjal bilateral –atau dikenal juga dengan sindrom Potter–, juga menghentikan perkembangan paru-paru bayi. Sehingga, Andi harus mendapatkan infus cairan untuk janinnya selama 10 minggu saat ia masih hamil.

"Saya terus bepergian dari Jacksonville ke Miami untuk mendapatkan banyak cara untuk menjaga Emmie tetap hidup. Bayi saya membutuhkan cairan untuk bernapas. Dan saat kehamilan saya mencapai 34 minggu, saya mengalami pecah ketuban," kata Andi kepada USA Today.

Andi pun terbang menuju Miami dengan kondisi ketuban pecah untuk menuju rumah sakit yang akan membawa harapan agar putrinya bisa tetap hidup. Setibanya di RS, para dokter sudah bersiaga untuk memberikan oksigen sesaat setelah Emmie lahir, lalu dibawa ke ruang operasi.

"Saya tidak bisa bertemu dengan bayi saya sampai ia menjalani operasi. Saya tidak tahu apakah ia bisa bertahan setelah hari pertama. Jadi, banyak menunggu dan berdoa," tuturnya.

Saat operasi, paru-paru Emmie belum bisa berkembang dan ia juga sangat membutuhkan ginjal. Andi pun memutuskan untuk mendonorkan salah satu ginjal miliknya untuk sang buah hati. Perlu dicatat, manusia memang dilahirkan dengan dua ginjal. Namun, manusia tetap dapat hidup sehat meski hanya dengan satu ginjal.

"Saya menerima kabar terbaik dalam hidup saya, yaitu ketika saya mengetahui bahwa kami memiliki golongan darah yang cocok dan saya disetujui untuk operasi. Saya tidak berpikir dua kali. Saya tahu saya harus memberikan ginjal saya pada Emmie," ungkap Andi.

Dan hal yang terbaik dalam kehidupan Andi pun terjadi. Transplantasi ginjal untuk Emmie berhasil. Namun, Emmie harus menjalani perawatan sampai usianya enam bulan, baru kemudian ia diperbolehkan pulang.

Kini, Emmie pun tumbuh menjadi anak yang sehat. Meski begitu, Emmie tetap harus bolak-balik ke rumah sakit untuk menjalani dialisis, atau perawatan yang bertujuan mengeluarkan cairan yang berlebihan dan kotoran dari darah. Prosedur ini dilakukan setidaknya hingga Emmie berusia 2,5 tahun, atau sampai dia dianggap cukup sehat untuk mengakhiri pengobatannya.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *