• Oktober 26, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman usai memberikan sambutan pada acara Peresmian pencatatan perdana Efek Beragun Aset Syariah berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial - Bank Syariah Indonesia. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman usai memberikan sambutan pada acara Peresmian pencatatan perdana Efek Beragun Aset Syariah berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial – Bank Syariah Indonesia. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan nilai transaksi di IDXCarbon atau Bursa Karbon Indonesia mencapai Rp 29,45 miliar per perdagangan hari Senin (23/10). Sebanyak 464.843 ton total unit karbon tercatat.

Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan pada perdagangan tersebut, penjual unit karbon antara lain PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dan anak perusahaan PT PLN (Persero) yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Muara Karang.

“Ada bursa karbon yang tercatat 1.742.939 tco2e, di mana volume perdagangan terjadi pada 464.843 dengan nilai perdagangan Rp 29,45 miliar,” kata Iman dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) virtual, Kamis (26/10).

BEI mencatat terdapat 23 pengguna jasa dalam Bursa Karbon. Iman menyebut BEI tidak menargetkan jumlah karbon yang tercatat.

“Kita tidak menargetkan karbon yang tercatat, kita berharap bahwa saat ini paling tidak 1,7 juta ton ekuivalen bisa dijual di tahun ini atau sebagian di tahun depan. Kita bicara tahun depan, kita mendukung berapa yang tercatat di SRE KLHK,” tuturnya.

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik di Bursa Efek Indonesia, Selasa (26/9/2023). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan
Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik di Bursa Efek Indonesia, Selasa (26/9/2023). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

Sementara itu, Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menuturkan pihaknya akan terus aktif mengajak pengguna jasa lebih banyak lagi. BEI akan berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Diskusi dengan OJK dan KLHK terus kami lakukan untuk kemungkinan membuka pengguna jasa asing untuk bisa berpartisipasi di bursa karbon indonesia tahun depan,” imbuh Jeffrey

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi mengatakan tidak menutup kemungkinan negara tetangga seperti Brunei hingga Vietnam masuk dalam Bursa Karbon Indonesia. Meski ada peluang besar, dia menegaskan untuk saat ini bursa karbon Indonesia akan fokus menyasar pasar domestik terlebih dahulu.

"Tapi tidak tutup kemungkinan dalam waktu ke depan kita buka untuk perdagangan internasional," imbuh Inarno saat konferensi pers ASEAN Capital Markets Forum (ACMF) di Padma Resort Legian, Bali, Selasa (17/10).

Menurutnya Indonesia punya suplai karbon yang sangat besar, ditambah negara-negara tetangga juga mempunyainya.

"Sebagai contoh Brunei Darussalam, Kamboja, Vietnam, siapa tahu mereka juga merupakan suatu opportunity untuk listed di bursa karbon kita," tegasnya.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *