• Oktober 26, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Direksi PT Bursa Efek Indonesia dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) virtual, Kamis (26/10/2023). Foto: Dok. Istimewa
Direksi PT Bursa Efek Indonesia dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) virtual, Kamis (26/10/2023). Foto: Dok. Istimewa

Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki sederet target di tahun 2024, salah satunya laba bersih mencapai Rp 259,44 miliar atau tumbuh 24,07 persen secara tahunan (year on year/yoy). Selain itu, Bursa memproyeksi 62 perusahaan tercatat akan melakukan penawaran umum perdana (initial public offering) atau IPO.

Asumsi tersebut disetujui pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BEI Tahun 2023 pada hari Kamis (26/10). Pemegang saham telah menyetujui RKAT 2024 yang disusun dengan mempertimbangkan beberapa asumsi makro ekonomi.

Laba sebelum pajak mencapai Rp 19,43 miliar dan laba bersihnya menjadi Rp 259,44 miliar atau tumbuh sebesar 24,07 persen dibandingkan revisi RKAT tahun lalu,” kata Direktur Utama BEI Iman Rachman dalam konferensi pers RUPSLB virtual, Kamis (26/10).

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman memberikan sambutan pada acara Peresmian pencatatan perdana Efek Beragun Aset Syariah berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial - Bank Syariah Indonesia. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman memberikan sambutan pada acara Peresmian pencatatan perdana Efek Beragun Aset Syariah berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial – Bank Syariah Indonesia. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Jumlah penerbitan efek pada tahun 2024 sebanyak 230 efek terdiri atas pencatatan saham, sukuk, obligasi, dan efek lainnya. Bursa juga akan terus menerus secara aktif menarik perusahaan tercatat baru dari sektor ekonomi baru, startup, dan energi baru dan terbarukan.

“Untuk sahamnya sendiri tahun lalu ditargetkan 61 menjadi 62. Jadi untuk total efeknya sendiri 200, khusus untuk saham targetnya adalah 62 perusahaan baru yang tercatat di Bursa Efek Indonesia,” imbuh Iman.

Iman menuturkan, total pendapatan usaha yang akan diperoleh BEI naik senilai Rp 153,38 miliar atau naik 11,86 persen menjadi Rp 1,45 triliun, dan laba sebelum pajak menjadi Rp 316,44 miliar.

Adapun biaya usaha 2024 diproyeksikan naik Rp 114,41 miliar atau 9,61 persen menjadi Rp 1,31 triliun. Lalu, rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) mencapai Rp 12,25 triliun dengan total jumlah hari bursa sebanyak 239 hari

Lalu, total Aset BEI pada tahun 2024 sebesar Rp 6,56 triliun atau naik 6,52 persen dari revisi RKAT 2023. Saldo akhir Kas dan Setara Kas (termasuk investasi jangka pendek) pada tahun 2024 mencapai Rp 3,12 triliun.

https://www.instagram.com/p/CoXZOxiO-ha


]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *