• Oktober 27, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Aksi teatrikal BEM Nusantara DIY di Tugu Yogyakarta, Jumat (27/10). Foto: Widi RH Pradana/Pandangan Jogja
Aksi teatrikal BEM Nusantara DIY di Tugu Yogyakarta, Jumat (27/10). Foto: Widi RH Pradana/Pandangan Jogja

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar aksi demonstrasi dan teatrikal di Tugu Pal Putih Yogyakarta pada Jumat (27/10) sore.

Dalam aksi tersebut, mereka mencoret foto sejumlah tokoh mulai dari Gibran Rakabuming Raka, Joko Widodo, hingga Ketua Mahkamah Konstitusi, Anwar Usman.

Koordinator BEM Nusantara DIY, Arya Dewi Prayetno, mengatakan bahwa dicoretnya muka Gibran, Jokowi, dan Anwar Usman merupakan bentuk kekecewaan mereka terhadap pemerintah dan MK yang dinilai sedang membangun dinasti politik.

"Kami menyilang muka Presiden Jokowi, Gibran, dan juga Anwar Usman karena mereka aktor-aktor yang mempertontonkan kepada muka publik bahwa mereka telah melakukan praktik dinasti politik yang sangat memalukan bangsa dan negara ini," kata Arya, Jumat (27/10).

Aksi teatrikal BEM Nusantara DIY di Tugu Yogyakarta, Jumat (27/10). Foto: Widi RH Pradana/Pandangan Jogja
Aksi teatrikal BEM Nusantara DIY di Tugu Yogyakarta, Jumat (27/10). Foto: Widi RH Pradana/Pandangan Jogja

Dalam aksi tersebut, BEM Nusantara DIY menuntut supaya pemerintah mengembalikan lagi integritas MK sebagai suatu lembaga negara yang memiliki integritas, kapabilitas, dan akuntabilitas.

BEM Nusantara juga menuntut supaya Anwar Usman dicopot dari jabatannya saat ini sebagai Ketua MK karena dinilai telah menggunakan jabatannya sebagai alat untuk membangun dinasti politik keluarganya.

"Kami menuntut untuk mencopot Ketua Mahkamah Konstitusi, karena hari ini Mahkamah Konstitusi tidak lagi berdaulat dan berintegritas," ujarnya.

Aksi teatrikal BEM Nusantara DIY di Tugu Yogyakarta, Jumat (27/10). Foto: Widi RH Pradana
Aksi teatrikal BEM Nusantara DIY di Tugu Yogyakarta, Jumat (27/10). Foto: Widi RH Pradana

Aksi tersebut diikuti oleh perwakilan sekitar 25 perguruan tinggi di DIY. Setelah aksi ini, BEM Nusantara DIY menurutnya akan terus mengawal jalannya pemerintahan sampai tuntutan mereka dikabulkan melalui aksi-aksi di jalanan.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *