• Oktober 19, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan kepada media terkait hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan kepada media terkait hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Gubernur Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6 persen di bulan ini. Kenaikan itu di luar ekspektasi pasar karena BI telah menahan suku bunga selama 8 bulan berturut-turut di level 5,75 persen.

Perry bilang, kenaikan suku bunga acuan BI terjadi karena dinamika global bergerak sangat cepat. Bahkan, dia menyebut ada lima hal yang membuat BI menaikkan suku bunga.

"Dinamika global sangat cepat, dan very unpredictable. RDG bulan lalu memang kita sampaikan apa-apa yang kita lihat dengan informasi terbaru pada waktu itu, tapi 2 minggu kemudian terjadi perubahan yang sangat cepat," kata Perry dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Kamis (19/10).

Adapun kelima hal itu antara lain, pertama ekonomi global diproyeksi melambat. Kedua, meningkatnya tensi ketegangan geopolitik.

"Ketegangan geopolitik ini menyebabkan harga minyak sudah naik harga pangan juga tinggi, dan karenanya akan memperlambat penurunan inflasi global," ungkap Perry.

Ketiga, kenaikan suku bunga itu juga mempertimbangkan suku bunga the Fed yang akan bertahan lebih lama. Mengingat, suku bunga The Fed diproyeksi akan naik lagi di Desember 2023.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (22/8). Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (22/8). Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

"Tapi kan ketidakpastian tinggi, tapi meskipun naik atau tidak naik masih akan tetap tinggi khususnya di paruh pertama tahun depan baru akan mulai menurun, paruh kedua tahun depan itu suku bunga the fed. Jadi kemungkinan akan begitu," tuturnya.

Keempat, kenaikan suku bunga global diperkirakan akan diikuti pada tenor jangka panjang dengan kenaikan yield obligasi pemerintah negara maju, khususnya US Treasury. Hal itu disebabkan oleh peningkatan kebutuhan pembiayaan utang pemerintah dan kenaikan premi risiko jangka panjang term premia.

"Implikasi nomor empat ini adalah nomor lima. Sehingga aliran modal itu yang dari negara emerging yang tempo hari mulai stabil bahkan sudah masuk ke Indonesia dan negara-negara emerging market itu kembali banyak kemudian pindah ke negara maju dan juga memperkuat dolar AS," pungkasnya.

Adapun, BI memutuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps atau 0,25 persen di bulan ini menjadi 6 persen. Selain itu, BI juga menaikkan suku bunga deposit facility 25 bps di level 5,25 persen dan lending facility 25 bps menjadi 6,75 persen.

Berdasarkan catatan kumparan, BI terakhir menaikkan suku bunga pada Januari 2023. Kemudian BI menahan suku bunga di level 5,75 persen selama 8 bulan berturut-turut hingga akhirnya BI menaikkan kembali suku bunga di bulan Oktober 2023.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *