• Oktober 26, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Presiden AS Joe Biden, 16 November 2022. Foto: Kevin Lamarque/REUTERS
Presiden AS Joe Biden, 16 November 2022. Foto: Kevin Lamarque/REUTERS

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, mengaku tidak percaya dengan angka yang diberikan otoritas Palestina di Jalur Gaza terkait korban jiwa akibat bombardir Israel.

Sejak serangan bersejarah Hamas 7 Oktober, Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan lebih dari 6.500 orang telah tewas dan 10 ribu lainnya luka gara-gara serangan zionis Israel di Gaza. Sejumlah 2.700 di antara korban tewas adalah anak-anak.

Biden — sekutu dekat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menyampaikan ketidakpercayaannya itu dalam konferensi pers di Gedung Putih, pada Rabu (25/10).

"Apa yang mereka katakan kepada saya adalah saya tidak percaya bahwa Palestina mengatakan yang sebenarnya tentang berapa banyak orang yang terbunuh. Saya yakin banyak orang tak berdosa yang terbunuh, dan itu adalah harga yang harus dibayar dalam sebuah peperangan," kata Biden kepada wartawan.

"Namun, saya tidak yakin dengan angka yang digunakan Palestina," tambah politikus berusia 80 tahun ini, tanpa mengatakan mengapa dia skeptis terhadap angka-angka yang diberikan Palestina.

Reuters juga tidak dapat memverifikasi secara independen angka-angka korban dalam pertempuran tersebut — baik dari pihak Israel maupun Palestina.

Warga Palestina bereaksi di lokasi serangan Israel terhadap rumah-rumah, di Khan Younis di Jalur Gaza selatan, Kamis (26/10/2023). Foto: Mohammed Salem/REUTERS
Warga Palestina bereaksi di lokasi serangan Israel terhadap rumah-rumah, di Khan Younis di Jalur Gaza selatan, Kamis (26/10/2023). Foto: Mohammed Salem/REUTERS

Selain itu, Biden juga menyalahkan banyaknya jumlah korban jiwa di Jalur Gaza kepada Hamas. Sebab, menurut pemimpin dari Partai Demokrat itu, Hamas yang telah menggunakan warga sipil sebagai 'tameng'.

"Hamas bersembunyi di balik warga sipil Palestina — dan ini adalah tindakan yang tercela dan, tidak mengherankan, pengecut. Hal ini juga menambah beban bagi Israel ketika mereka mengejar Hamas," kecam Biden.

Kritik Komunitas Islam

Komentar Biden langsung menuai kritik dari komunitas Islam di AS, termasuk Council on American-Islamic Relations (CAIR). Direktur Eksekutif CAIR, Nihad Awad, dalam pernyataannya mengaku sangat terpukul dengan komentar Biden dan menyerukan agar dia meminta maaf.

"Para jurnalis telah mengkonfirmasi tingginya jumlah korban jiwa, dan video yang tak terhitung jumlahnya yang keluar dari Gaza setiap hari menunjukkan mayat-mayat perempuan dan anak-anak Palestina yang hancur," kata Awad.

Presiden AS Joe Biden jatuh saat upacara wisuda di Akademi Angkatan Udara Amerika Serikat, tepat di utara Colorado Springs di El Paso County, Colorado, pada Kamis (1/6/2023). Foto: Brendan Smialowski/AFP
Presiden AS Joe Biden jatuh saat upacara wisuda di Akademi Angkatan Udara Amerika Serikat, tepat di utara Colorado Springs di El Paso County, Colorado, pada Kamis (1/6/2023). Foto: Brendan Smialowski/AFP

Sejak perang Israel-Hamas pecah, Biden acap kali menjadi sasaran kritik di kalangan komunitas Islam di AS akibat responsnya yang cenderung mengabaikan hak-hak rakyat Palestina.

Biden — yang hendak mencalonkan diri dalam pemilihan presiden AS 2024 mendatang, bahkan berpotensi kehilangan suara dan dukungan dari umat muslim.

Padahal, salah satu faktor pendukung kemenangan Biden saat pilpres 2020 tak lain adalah suara dari komunitas Islam itu sendiri. Warga Muslim pemegang hak suara berpotensi tidak lagi memilih Biden dan lebih pada tak menggunakan hak pilihnya.

Perwakilan warga Muslim di AS menegaskan, permasalahan utama ada pada kekecewaan mereka bahwa Biden tidak mengutuk serangan udara Israel ke Gaza. Padahal saat Hamas menyerang Israel, Biden langsung mengutuk keras.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *