• Februari 14, 2024
  • ardwk
  • 0


Jakarta, WK MEDIA

Perum Bulog memperbolehkan pedagang eceran untuk membeli beras SPHP Bulog lebih dari 2 ton per transaksi. Hal ini untuk mengatasi kelangkaan beras saat ini.

Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengatakan ini adalah kebijakan internal perusahaan yang berlaku sejak hari ini. Namun, pembelian ini hanya berlaku sampai Maret 2024.

“Ke depan untuk SPHP kami sangat memfleksibelkan bagi yang ingin SPHP. Kami memutuskan sampai dengan Maret 2 ton nggak kami batasi, boleh ambil berapa saja, terutama untuk yang warung,” ujarnya dalam media briefing di Kantor Bulog, Selasa (13/2).

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

Menurut Bayu, kebijakan sebelumnya Bulog hanya memperbolehkan satu toko membeli maksimal 2 ton per transaksi per minggu. Sebab, jumlah itu sangat mencukupi untuk penjual eceran dan selama ini berjalan dengan baik.

Lagi pula, kata Bayu jumlah tersebut ditetapkan sekaligus untuk mencegah adanya spekulan. Selain itu, menyesuaikan dengan modal para pedagang eceran.

“Belajar dari pengalaman panjang, 2 ton cukup, tujuannya juga untuk mengontrol supaya tidak ada spekulasi dan yang menjual konsumennya langsung,” jelasnya.

Bayu juga menekan sampai saat ini stok beras di gudang Bulog cukup banyak yakni 1,18 juta ton. Jumlah tersebut sangat mencukupi hingga April sekaligus untuk program bansos pemerintah.

“Stok kita itu 1,18 juta ton, jadi cukup. Jadi kalau misal tadi SPHP mau tambah didobelkan cukup, bantuan pangan sampai dengan Maret-April cukup,” tutupnya.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/sfr)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *