• Oktober 29, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Pria bernama Budi salah satu pembunuh bos sawit di Muba. (ist)
Pria bernama Budi salah satu pembunuh bos sawit di Muba. (ist)

Seorang bos perkebunan sawit bernama Ahmad Roni (43 tahun) di Kabupaten Muba, Sumsel, tewas dengan luka di bagian kepala. Belakangan diketahui korban dibunuh anak buahnya sendiri, yakni Budi (34 tahun).

Kapolres Muba, AKBP Imam Safii, melalui Kapolsek Batanghari Leko, Iptu Moga Gumilang, mengatakan kasus pembunuhan bos sawit itu berawal dari penemuan jasad korban di area kebun sawitnya di Dusun III, Desa Talang Leban, Sabtu, 21 Oktober 2023.

"Korban ditemukan oleh saksi AI (48 tahun), yang merupakan kakak kandungnya. Lalu melaporkan kasus ini ke polisi," katanya, 29 Oktober 2023.

Mendapati laporan itu, unit Reskrim Polsek Batanghari Leko bersama Tim Serigala Sat Reskrim Polres Muba melakukan olah TKP dan mendapati tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

"Terdapat luka di bagian kepala korban hingga menyebabkannya meninggal dunia," katanya, Minggu, 29 Oktober 2023.

Setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut, Ahmad Roni diduga menjadi korban pembunuhan oleh orang terdekatnya. Hal ini juga diperkuat dengan keterangan sejumlah saksi.

"Dugaan petugas mengerucut pada Budi (34 tahun) yang merupakan anak buah korban atau pekerja di kebun sawit itu," katanya.

Hasilnya, Budi berhasil di tangkap, dan mengaku telah membunuh korban. Menurutnya, perbuatan itu dilakukan bersama dengan RZ yang saat ini masih dalam pengejaran petugas.

"Mereka sudah merencanakan membunuh korban dengan cara memukul kepalanya menggunakan kayu hingga tewas," katanya.

Menurutnya, Budi saat sudah diamankan guna pemeriksaan lebih lanjut termasuk mendalami motif mereka nekat melakukan pembunuhan tersebut.

Atas perbuatannya, yang bersangkutan akan dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan yang direncanakan, subsider pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dan atau pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan terhadap orang yang mengakibatkan meninggal dunia.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *