• Juni 26, 2024
  • ardwk
  • 0


Jakarta, WK MEDIA

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)mendorong Polri untuk serius menangani kasus kejahatan siber perjudian online. BPK mengingatkan omzet dari bisnis ilegal itu telah mencapai ratusan triliun.

Anggota I BPK RI Nyoman Adhi Suryadnyana menilai Polri sebenarnya bisa menangani kasus judi online secara serius dengan tidak hanya fokus pada kejahatan siber berupa penipuan, peretasan, dan phishing.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

Namun, di luar kejahatan siber tersebut, ancaman lain yang sangat serius di ranah digital yakni terkait maraknya perjudian online, kata Adhi dalam keterangan tertulis, Selasa (25/6).

“Tidak cuma omzetnya yang mencapai ratusan triliun, tapi terlebih-lebih berdampak negatifnya,” tuturnya.

Terlebih lagi, kasus judi online memberikan banyak kerugian, baik secara finansial, mental hingga sosial. Kejahatan tersebut juga bisa merusak kehidupan keluarga korban judi online.

Adhi pun mendorong Polri agar melakukan pencegahan tindak pidana siber secara komprehensif dengan tidak fokus pada kasus kebencian atau penyebaran berita bohong.

[Gambas:Video CNN]

“Tidak hanya terkait berita bohong atau hoaks dan kebencian atau kebencian Kebenciannamun juga ancaman kejahatan siber lainnya,” jelas dia.

Sebelumnya, Ketua Satgas Pemberantasan Judi Online sekaligus Menko Polhukam Hadi Tjahjanto mengatakan judi online telah menyasar semua kalangan, termasuk ratusan orang berprofesi wartawan dengan transaksi mencapai miliaran rupiah.

“Saya ambil contoh saja di depan saya ini bahwa profesi wartawan. Wartawan itu ada 164 orang ya berdasarkan data dari PPATK dan transaksinya sampai dengan 6.899, jumlah uangnya Rp1.477.160.821,” jelas Hadi.

Hadi mengatakan pemerintah memegang data hingga nama lengkap dan nomor telepon. Pemerintah berencana menyasar kalangan itu untuk upaya pencegahan dan rehabilitasi.

Ia juga sempat mengungkapkan alasan lebih memilih pada pencegahan daripada menjadikan pemberantasan bandar judi prioritas Satgas.

“Yang penting, pertama adalah menyelamatkan rakyat Indonesia dulu, rakyat Indonesia, baru kita bersama-sama memotong para bandar-bandar itu,” kata Hadi dalam jumpa pers di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (25/6).

Meski begitu, Hadi memastikan penindakan hukum tidak berhenti. Aparat tetap diterjunkan untuk mengusut dan menangkap orang-orang di balik situs judi online.

Satgas menangkap 18 orang tersangka terkait situs judi online WNX Bet, W88, dan Liga Ciputra. Dalam penangkapan tersebut, kepolisian juga menyita barang bukti berupa Rp4,7 miliar, 3 unit mobil, 114 unit handphone, 96 buah buku rekening, 145 buah buku ATM, 9 unit laptop, dan 5 unit token.

Kepolisian juga mengumpulkan sejumlah selebgram yang mempromosikan judi online. Ada lima orang selebgram di Banten dan dua selebgram di Aceh yang telah diringkus.

Pemerintah juga telah memblokir sekitar 6 ribu rekening terkait judi online. PPATK dan Bareskrim Polri akan mengusut lebih lanjut rekening-rekening tersebut.

(mab/chri)



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *