• April 28, 2024
  • ardwk
  • 0


Jakarta, WK MEDIA

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan desa-desa di Indonesia melalui penyelenggaraan Program Desa BRILiaN 2024. Program ini resmi diluncurkan melalui kegiatan ‘Kick Off New Desa BRILiaN 2024 Batch 1’.

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan, dalam program ini peserta Desa BRILiaN mendapatkan sejumlah materi dan pelatihan untuk selanjutnya dapat mengikuti setiap proses yang dilaksanakan dalam program Desa BRILiaN 2024.

“Pelatihan-pelatihan yang dilakukan meliputi pelatihan kepemimpinan, kelembagaan desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kewirausahaan, inovasi desa, digitalisasi desa, teknik komunikasi dan materi tematik lainnya yang sangat dibutuhkan oleh desa,” ujar Supari dalam keterangannya dikutip Minggu (28). /4).

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

Pelatihan akan dilaksanakan selama 1-2 bulan lebih secara berani. Setiap sesi materi selesai, para peserta akan diberikan beberapa tugas yang akan menjadi salah satu komponen penilaian.

Hasil penilaian itu akan digunakan untuk memilih 40 desa terbaik dan diantaranya yaitu 15 desa terbaik akan mendapatkan pendampingan langsung.

Secara umum program Desa BRILiaN 2024 dibagi menjadi tiga batch dan dilaksanakan pada bulan April – November 2024. Sebanyak 1.000 desa di seluruh Indonesia ditargetkan dapat mengikuti program Desa BRILiaN 2024.

Desa-desa yang tergabung dalam program ini diharapkan menjadi sumber inspirasi kemajuan desa yang dapat direplikasi ke desa-desa lainnya.

Sejak dijalankan pada tahun 2020, hingga saat ini, program Desa BRILiaN telah diikuti 3.178 desa yang aktif berinisiatif dan berkomitmen untuk maju melalui program-program yang telah direncanakan.

Sedangkan Desa BRILiaN mengembangkan empat aspek yang terdapat di desa. Pertama, BUMDes sebagai motor ekonomi desa. Kedua, digitalisasi, implementasi produk dan aktivitas digital di desa.

Ketiga, Sustainability, tangguh dan berkelanjutan dalam membangun desa. Keempat, Inovasi, kreatif dalam menciptakan inovasi.

Sementara itu, objek pemberdayaan dari program ini adalah elemen-elemen kunci yang ada di desa yang meliputi Perangkat Desa (Kepala Desa), Pengurus BUMDes, Badan Permusyawaratan Desa, UMKM di Desa, Perwakilan kelompok Usaha (Klaster) dan Pegiat Produk Unggulan Kawasan Perdesaan ( Prukades).

Penguatan Ekosistem Desa

Supari menambahkan, dalam program ini, dilakukan pula penguatan ekosistem desa yang didukung dengan program penguatan kelompok-kelompok (Klaster) Usaha Mikro dengan nama Klasterkuidupku, di mana BRI mengidentifikasi keperluan pemberdayaan baik pelatihan maupun bantuan sarana prasarana yang diberikan secara pemotongan.

Untuk mendukung pengembangan pasar, BRI menginisiasi pembentukan platform New Pasar.id, yaitu sebuah platform yang menghubungkan pedagang pasar dan pembeli secara online.

Sedangkan untuk pemberdayaan UMKM, BRI juga telah mengembangkan platform pemberdayaan linkumkm.id untuk mendorong dan memfasilitasi UMKM naik kelas.

Selain itu tentunya produk-produk layanan BRI yang dapat dimanfaatkan oleh desa dan BUMDes seperti Agen BRILink, Stroberi, QRIS dan produk lainnya.

Sebagai bank yang memiliki fokus pada segmen usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), peran BRI tidak terbatas sebagai Lembaga perantara keuangan, yang memberikan nilai secara ekonomi namun juga memberikan nilai sosial berupa aksi pemberdayaan baik kepada individu pelaku usaha maupun lembaga pemberdayaan desa.

“Pemberdayaan wilayah pedesaan menjadi isu yang perlu diperhatikan, mengingat perkembangan desa di Indonesia relatif belum merata dan menjadi tantangan bersama,” ujar Supari.

“Kami berharap program ini menjadi salah satu wadah yang dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh desa-desa yang terlibat sehingga pada akhirnya mampu mendorong kemajuan desa-desa di Indonesia”, tegas Supari.

Kata Kunci: BRI, BBRI, Desa BRILiaN, Pemberdayaan Desa, Nilai Ekonomi, Nilai Sosial

(dalam)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *