Jakarta, WK MEDIA

PT Bank Tabungan Negara (Persero) atau BTN menyatakan batal mengakuisisi PT Bank Muamalat Tbk.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI.

“Kami tidak akan melakukan akuisisi Bank Muamalat dengan berbagai alasan yang bisa kami sampaikan kemudian pada saat tertutup. Jadi kami tidak akan melanjutkan,” kata Nixon, Senin (8/7).

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN DENGAN KONTEN

Ia menjelaskan informasi ini memang belum dinyatakan secara terbuka melalui kerahasiaan informasi. Sebab, pihaknya harus menjaga kesepakatan bersama dengan pihak yang hendak diakuisisi.

Namun, BTN disebut telah menyampaikan hal ini kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku pemegang saham, serta kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Jadi kita memang harus tetap menjaga kesepakatan bersama mereka, tetapi secara umum dapat kami sampaikan, kami juga sudah konsul kepada pemegang saham, dalam hal ini Pak Menteri BUMN (Erick Thohir) dan Wakil Menteri BUMN (Kartika Wirjoatmodjo) dan kami juga sampaikan ke OJK. Cuma kami belum melakukan keterbukaan informasi,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Nixon menyampaikan target BTN berputar BTN Syariah akan melaksanakan kuartal I-2025. Tindakan tersebut masuk dalam daftar tindakan korporasi BTN tahun nomor 2025 pada urutan kedua. Spin off ini akan rampung secara tentatif pada paruh pertama tahun depan.

Nixon mengungkapkan pihaknya menyiapkan total modal sebesar Rp1,5 triliun-Rp6 triliun untuk merilis unit usaha syariah (UUS) tersebut. Jumlah ini agar BTN Syariah nantinya tetap bertahan di Buku II.

“Kami juga sedang memasak berputar UUS Rp1,5 triliun-Rp6 triliun total modal-“Itu sebabnya dia tidak akan turun ke Buku I. Kami berharap dia tetap di Buku II,” ujarnya.

Sebelumnya Erick Thohir mengungkap rencana konsolidasi atau merger Bank Muamalat dengan BTN Syariah. Penggabungan itu awalnya ditargetkan berjalan pada Maret 2024.

Nixon juga sebelumnya sempat blak-blakan BTN menghadapi kendala dalam proses akuisisi Bank Muamalat. Hal itu disebabkan lambatnya data yang diterima.

Ia menyebut keterlambatan data itu datang dari Kantor Akuntan Publik (KAP). Ia merilis data yang dikumpulkan lebih lama dari target awal. Menurutnya, data yang paling lama dihimpun adalah terkait kredit.

[Gambas:Video CNN]

(hapus/sfr)



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *