• Oktober 22, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Ilustrasi pekerja saat melakukan aktivitas di gudang Bulog. | Foto: ANTARA FOTO/Ampelsa
Ilustrasi pekerja saat melakukan aktivitas di gudang Bulog. | Foto: ANTARA FOTO/Ampelsa

Lampung Geh, Bandar Lampung – Perum Bulog Kantor Wilayah Lampung menyebut jika stok cadangan beras di Lampung saat ini masih dalam kondisi aman, bahkan masih bisa untuk mencukupi kebutuhan masyarakat Lampung hingga akhir tahun 2023 mendatang.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Lampung, Bambang Prihatmoko mengatakan, hingga pertengahan bulan Oktober 2023 ini, stok cadangan beras pemerintah (CBP) di Lampung masih ada sebanyak 26.183 ton.

"Jadi stok saat ini masih 26.183 ton, itu masih dapat tercover untuk kebutuhan penyaluran hingga akhir tahun ini. Jadi stoknya masih aman," kata Pimpinan Perum Bulog Lampung, Bambang Prihatmoko, dalam keterangannya, Minggu (22/10).

Bambang menjelaskan, pihaknya juga sudah menyalurkan cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 12.895 ton ke penerima bantuan pangan di Lampung.

"Targetnya kita 23.445 ton untuk alokasi bantuan pangan tahap dua," jelasnya.

Di samping telah menyalurkan CBP ke penerima bantuan pangan, Bulog Lampung juga masih terus melakukan penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

"Untuk SPHP kami melakukan penjualan ke masyarakat dan pedagang eceran dan pelaku usaha itu ada sebanyak 21.587 ton. Target kami selama tahun 2023 ini kami akan menyalurkan 28.000 ton beras SPHP ke masyarakat," terangnya.

Sementara untuk pengadaan sendiri, selain telah menyalurkan beras CBP ke masyarakat, Bulog Lampung juga telah melakukan penyerapan beras dan gabah milik petani Lampung.

"Untuk beras kita sudah melakukan pembelian dari petani Lampung sebanyak 22.862 ton. Sedangkan untuk gabah dari petani sebanyak 7.600 ton gabah, untuk gabahnya sendiri dari Mesuji, Rawa Jitu, Kalianda dan Lampung Utara," bebernya.

Bambang berharap melalui program cadangan beras pemerintah dan adanya program bantuan pangan serta program SPHP bisa menambah ketersediaan stok beras di pasar.

"Sehingga kami harapkan juga bisa berdampak untuk mencegah kenaikan harga beras terutama beras medium," tandasnya. (Lih/Put)

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *