• Oktober 31, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves, Nani Hendiarti, di Kantor Kemenko Marves, Jakarta, Selasa (31/10/2023). Foto: Widya Islamiati/kumparan
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves, Nani Hendiarti, di Kantor Kemenko Marves, Jakarta, Selasa (31/10/2023). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Kemenko Bidang Investasi dan Kemaritiman (Kemenko Marves) membuka penyebab kebakaran di 30 Tempat Pembuangan Akhir (TPA) selama tiga bulan terakhir. Hal disebabkan oleh kurang memadainya fasilitas yang ada di TPA di Indonesia.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves Nani Herdianti mengatakan TPA di Indonesia umumnya menggunakan sistem open dumping. Artinya sampah dibuang begitu saja di pembuangan sampah akhir yang terbuka dan tidak menggunakan sanitary landfill, yakni metode pengelolaan sampah secara modern dan efektif untuk digunakan di tempat penampungan sampah.

“Kan banyak kebakaran karena dia dumping aja, dia buang itu, enggak ada sanitary landfill, enggak khusus gitu loh,” kata Nani saat ditemui di Kantor Kemenko Marves, Jakarta pada Selasa (31/10).

Kendati demikian, Nani memastikan pihaknya bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tengah menangani hal ini. “Sekarang kita juga lagi dorong fasilitas pengolahan sampah yang terintegrasi hulu hilir jadi enggak dumping, kita lagi beresin,” tambah Nani.

Menurut Nani, hal ini menjadi salah satu tindakan preventif pencegahan terulangnya kebakaran di TPA yang terjadi saat kemarau panjang melanda.

Nani melihat, dalam hal ini pihaknya tidak dapat mencegah fenomena yang disebabkan oleh kemarau panjang atau El Nino.

“Jadi kalau masalah itu datang lagi atau enggak (El Nino) ya itu ya pasti akan datang, karena ini kan dia begini jadi El Nino. Hanya berapa sering, berapa besar intensitasnya nah yang harus dilakukan ya preventif. Kita kan enggak ada yang nyangka, bahkan enggak ada yang mengira TPA yang sekarang jadi masalah,” jelas Nani.

Meskipun demikian, Nani menyebut pemerintah sudah berupaya untuk melakukan mitigasi ketika TPA terbakar, salah satunya dengan mengarahkan tim khusus KLHK.

“Tapi untungnya KLHK punya Manggala Agni, pasukan yang disiapkan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang di lahan. Dia itu mematikannya di-inject, disemprot, dibasahin, nah ini yang di (kebakaran) TPA kenapa itu cepat (padam),” tutup Nani.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Ad Interim, Erick Thohir mengatakan selama tiga bulan terakhir telah terjadi kebakaran di 30 Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tersebut mengatakan penyebabnya adalah kemarau berkepanjangan.

“Dalam waktu 3 bulan terakhir ini sedikitnya ada 30 TPA yang terbakar, utamanya dipicu oleh udara panas dan kering sebagai dampak El Nino,” kata Erick dalam keterangannya pada Selasa (31/10).

Sehingga menurutnya dalam hal ini penggunaan teknologi pengolah sampah ramah lingkungan sangat penting dan urgent bagi daerah-daerah yang sudah darurat sampah dan memiliki TPA yang sudah kelebihan muatan.


]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *