• Oktober 21, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Atlet para bulu tangkis Indonesia, Dimas Tri Aji (kiri), saat beraksi di fase grup Asian Para Games 2022 di Bingjian Gymnasium, Hangzhou, China, pada Jumat (20/10). Foto: Jodi Hermawan/kumparan
Atlet para bulu tangkis Indonesia, Dimas Tri Aji (kiri), saat beraksi di fase grup Asian Para Games 2022 di Bingjian Gymnasium, Hangzhou, China, pada Jumat (20/10). Foto: Jodi Hermawan/kumparan

Dimas Tri Aji sukses menjalani partai perdananya di cabang olahraga para bulu tangkis Grup C kelas SH6 di Asian Para Games 2022, Jumat (20/10). Di tengah cucuran keringatnya, Dimas bercerita soal perbedaan pertandingan bulu tangkis disabilitas dan bulu tangkis biasa pada umumnya.

Pada Asian Para Games, Dimas turun di kelas SH6 atau Short Stature. Pemain di kelas tersebut memiliki perawakan pendek karena kondisi genetik yang juga dikenal sebagai dwarfisme.

Dimas kemudian mengungkapkan bahwa perbedaan pertandingan bulu tangkis di kelasnya dengan pertandingan bulu tangkis atlet yang normal hanyalah persoalan tinggi badan pemainnya.

Di samping itu, semua ukuran mulai dari lapangan, tinggi net, hingga ukuran raket yang digunakan tidak ada bedanya.

Atlet para bulu tangkis Indonesia, Dimas Tri Aji (kiri), saat beraksi di fase grup Asian Para Games 2022 di Bingjian Gymnasium, Hangzhou, China, pada Jumat (20/10). Foto: Jodi Hermawan/kumparan
Atlet para bulu tangkis Indonesia, Dimas Tri Aji (kiri), saat beraksi di fase grup Asian Para Games 2022 di Bingjian Gymnasium, Hangzhou, China, pada Jumat (20/10). Foto: Jodi Hermawan/kumparan

"Kalau field of play, sih, ya kami sama. Dari segi [tinggi] net, dari [ukuran] lapangan full, cuma yang membedakan dari faktor tinggi saja, sih," kata Dimas usai bertanding di Binjiang Gymnasium, Hangzhou, China.

Maka dari itu, menjaga kondisi fisik penting bagi para atlet, khususnya di kelas SH6. Pasalnya, aksi yang mereka buat di lapangan terasa dua kali lebih berat jika dibandingkan pebulu tangkis normal.

"Apalagi, kan, kalau kelas saya fisiknya harus benar-benar dijaga karena kan kami full [di lapangan]. Apalagi, kan, kalau kelas kami, dari yang normal langkahnya lebih banyak, yang normal satu [langkah], kami tiga, normal dua, kami empat," jelasnya.

Kekuatan fisik Dimas terlihat saat melawan wakil India, Vadakkayil Areeparamb. Ia berhasil menunjukkan dominasi dan menang dalam dua gim langsung dengan skor 21-11 dan 21-9.

Dimas tidak memiliki halangan saat melawan Areeparamb. Hanya, ia masih kesulitan beradaptasi dengan kondisi lapangan yang silau dan membuatnya kehilangan beberapa poin.

"Ya, mudah-mudahan saya bisa cepat-cepat adaptasi saja, sih. Itu kan kuncinya jadi atlet. Harus siap adaptasi, harus buru-buru adaptasi saja, sih," kata Dimas.

Selanjutnya, Dimas akan menghadapi Chun Yim Wong asal Taiwan di Grup C pada Sabtu (21/10). Cabor para bulu tangkis ditargetkan membawa pulang 4 medali emas, 4 perak, dan 4 perunggu.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *