• Oktober 27, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Tim Inafis Polda Jabar dalam Olah TKP kasus pembunuhan Subang, Selasa (24/10/2023). Foto: Raisan Al Farisi/Antara Foto
Tim Inafis Polda Jabar dalam Olah TKP kasus pembunuhan Subang, Selasa (24/10/2023). Foto: Raisan Al Farisi/Antara Foto

Polisi mendapati data fiktif di Yayasan Bina Prestasi Nasional yang didirikan oleh tersangka pembunuhan ibu dan anak di Subang, Yosep Hidayah.

"Berdasarkan temuan-temuan kita di TKP dan tempat keluarga, ada beberapa data siswa yang fiktif," kata dia di Polda Jabar pada Jumat (27/10).

"Secara yayasan semua legal standing sudah benar, namun secara operasional tidak ada siswanya," lanjut dia.

Sebagai tindak lanjut, kata Surawan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemprov Jabar untuk menghentikan bantuan dana ke yayasan tersebut.

Selain itu, pihaknya juga akan memintai keterangan dari pihak yayasan terkait pengelolaan dana bantuan serta memblokir empat rekening milik yayasan.

"Kita juga melakukan blokiran beberapa rekening yang digunakan untuk menerima dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah)" ucap dia.

Tak menutup kemungkinan, sambung Surawan, akan ada tindak pidana baru terkait dengan pengelolaan sekolah fiktif. Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman.

"Mungkin nanti ada tindak pidana baru, kita proses lagi. Kita dalami terkait motif khususnya terkait pengelolaan keuangan yayasan," kata dia.

Yayasan Bina Prestasi Nasional berada di Desa Cijengkol, Kecamatan Cijengkol, Kabupaten Subang. Salah seorang tersangka yakni Yosep Hidayah merupakan pendiri sekaligus pengurus yayasan.

Adapun dalam situs verifikasi dan validasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), yayasan itu terakhir tercatat dipimpin oleh Youries Raja Amallullah (anak pertama dari Tuti dan Yosep). Sementara itu, korban yakni Amalia Mustika Ratu tercatat sebagai operator yayasan.

Informasi yang dihimpun, yayasan tersebut menaungi dua jenjang pendidikan yakni setingkat SMP dan SMK. Yayasan itu berdiri pada tahun 2008 dan mendapat SK pengesahan sebagai pengelola pendidikan pada tahun 2009.

Diketahui, kasus pembunuhan tersebut terjadi pada 18 Agustus 2021. Tuti Suhartini (55 tahun) dan Amalia Mustika Ratu (22, mahasiswi Unikom Bandung), didapati bersimbah darah dalam bagasi mobil Toyota Alphard.

Sejauh ini, ada lima orang tersangka yang telah ditetapkan di antaranya M. Ramdanu (keponakan Tuti), Yosep Hidayah (suami Tuti), Mimin (istri kedua Yosep), Arighi Reksa Pratama dan Abi (keduanya anak dari Mimin dengan suami pertama—bukan Yosep).

Warga menyaksikan Olah TKP pembunuhan ibu dan anak di Subang, Selasa (24/10/2023). Foto: Raisan Al Farisi/Antara Foto
Warga menyaksikan Olah TKP pembunuhan ibu dan anak di Subang, Selasa (24/10/2023). Foto: Raisan Al Farisi/Antara Foto

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *