• Oktober 28, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Operations, Process Plant, Nursery PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Foto: Vale Indonesia
Operations, Process Plant, Nursery PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Foto: Vale Indonesia

Menteri BUMN Erick Thohir buka suara soal perkembangan rencana divestasi saham PT Vale Indonesia ke Holding BUMN Tambang MIND ID. Kementerian ESDM menyebut rencana divestasi Vale sudah final menunggu persetujuan Kementerian BUMN.

Erick mengatakan pihaknya sedang mempelajarinya. Apalagi sebelumnya beredar isu dari Komisi VII DPR RI bahwa saham publik Vale sebenarnya dikuasai perusahaan cangkang milik asing di Indonesia.

"Ada dua yang sedang kita lihat. Divestasi seperti apa kuenya. Jangan sampai yang didivestasi pinggir-pinggir, tapi tengahnya tetap dikontrol (asing), terus tidak ada efisiensi me-maining ke depan," kata Erick saat ditemui di TMII Jakarta, Sabtu (28/10).

"Kita jangan terus iya-iya saja sebenarnya tidak-tidak saja. Jadi saya harus pelajari dulu," sambung Erick.

Adapun komposisi pemegang saham Vale Indonesia mayoritas masih dimiliki perusahaan asing, yaitu 43,79 persen dimiliki Vale Canada Limited, 15,03 persen Sumitomo Metal Mining Co., Ltd (SMM), dan 0,54 persen milik Vale Japan Ltd.

Sedangkan persentase saham yang dimiliki Indonesia yaitu 20,64 persen publik Indonesia dan 20 persen PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Holding Tambang MIND ID.

Kata Erick, saham yang dilepas Vale sebesar 14 persen. Bila terealisasi, Indonesia akan menguasai 34 persen saham Vale.

"Kalau akuisisi saham kita terbuka, kemarin kan sampai 34 persen, tidak 51 persen. Kita terbuka tapi jangan sampai didivestasi dengan sebuah kesetengahatian," tegas Erick.

Pelepasan saham Vale ini wajib dilakukan untuk memperpanjang kontrak karya yang berakhir di 28 Desember 2025, menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Soal tenggat waktu itu, Erick mengatakan pemerintah tidak perlu merasa dikejar waktu karena Vale yang butuh Indonesia. "Ya enggak apa-apa, kita yang negara kenapa yang diburu-buru. Mereka yang perlu kita kok," pungkas Erick.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VII DPR Fraksi Gerindra, Bambang Hariyadi, menyebut 20 persen saham PT Vale Indonesia yang seharusnya dimiliki publik, ternyata 80 persennya dimiliki oleh perusahaan cangkang asing yang ada di Indonesia.

"Kami ada informasi yang 20 persen apa sudah dicek. Informasinya 20 persen itu bukan dikuasai pasar domestik, mereka pakai perusahaan cangkang domestik. Informasi itu, sebenarnya yang memiliki itu mereka-mereka (asing) juga, bahkan terindikasi itu dana pensiun PT Sumitomo," kata Bambang saat Raker dengan Menteri ESDM Arifin Tasrif, Senin (5/6).

"Padahal PT Sumitomo sendiri sudah memiliki saham yang tercatat di PT Vale. Jadi menurut kami itu palsu, yang 20 persen, 80 persen (dari 20 persen) mereka juga (yang memiliki) dengan baju publik (perusahaan cangkang)," tegasnya.


]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *