• Oktober 23, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Ilustrasi KPK. Foto: Hedi/kumparan
Ilustrasi KPK. Foto: Hedi/kumparan

Mantan Bupati Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel) periode 2020-2021, Juarsah menyetor uang Rp 1,6 miliar sebagai pengganti dari kasus suap pengerjaan 16 paket pengerjaan jalan. Pengembalian dilakukan melalui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara mencicil.

"Terpidana mengganti uang pengganti dari putusan dari terpidana Juarsah Rp1,6 miliar," ungkap Jubir KPK Ali Fikri, Senin (23/10/2023).

Jubir KPK Ali Fikri menyebutkan total uang pengganti yang harus dibayar Juarsah sebanyak Rp 2,9 miliar. Meski begitu, KPK akan terus menagih sisa uang yang belum dibayar Juarsah.

"Penagihan sisa pembayaran uang pengganti termasuk yang belum dibayarkannya kewajiban pidana denda Rp200 juta," ungkap dia.

Ali menerangkan, jika KPK akan terus melakukan upaya asset recovery terhadap perkara korupsi yang diusut KPK. Salah satunya penagihan denda atau uang pengganti.

"Proses penagihan dan pembayaran akan segera dilakukan Tim Jaksa Eksekutor untuk capaian aset recovery," jelas dia.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Muara Enim non aktif, Juarsah divonis penjara 4,5 tahun oleh Ketua Majelis Hakim, Sahlan Efendi. Juarsah dilai terbukti bersalah menerima suap sebesar Rp3 miliar dari Direktur PT Enra Sari, Robby Okta Fahlevi atas kemenangan tender 16 paket jalan

Uang diberikan secara bertahap kepada Juarsah saat masih menjabat sebagai wakil bupati. Juarsah bahkan menggunakan uang itu untuk dana kampanye legislatif sang istri pada pileg 2019 silam.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *