• Oktober 25, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan gelar konferensi pers di Auditorium BICC, Bali, Rabu (16/11).  Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan gelar konferensi pers di Auditorium BICC, Bali, Rabu (16/11). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah membatalkan rencana kunjungannya ke Israel. Langkah tersebut diambil, imbas bombardir Israel ke Jalur Gaza pascainsiden 7 Oktober 2023.

Dikutip dari AFP, pembatalan itu disampaikan Erdogan di hadapan parlemen pada Rabu (25/10). Menyebut Hamas sebagai kelompok yang memperjuangkan Tanah Air mereka sendiri, Erdogan menilai gempuran Israel tanpa henti di Jalur Gaza yang telah membuatnya kemudian berubah pikiran.

"Kami memiliki sebuah proyek untuk pergi ke Israel, tapi dibatalkan, kami tidak akan pergi," ujar Erdogan.

Tidak disebutkan kapan Erdogan berencana mengunjungi Israel — tetapi menurut laporan media, Ankara telah mengincar bergabung dengan Israel dalam proyek pipa gas alam yang dipromosikan AS.

Erdogan dalam pernyataannya kemudian menyinggung soal Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang telah menyalahgunakan niat baik Turki dengan memborbardir Jalur Gaza tanpa pandang bulu.

"Tentu saja, kami memiliki niat baik, namun [Netanyahu] menyalahgunakannya. Jika dia melanjutkan niat baiknya, hubungan kami mungkin akan berbeda, tapi sekarang, sayangnya, hal ini tidak akan terjadi," tambah Erdogan.

Warga Palestina berdiri di lokasi serangan Israel di sebuah rumah di Khan Younis di Jalur Gaza selatan, Kamis (19/10/2023).  Foto: Ibraheem Abu Mustafa/REUTERS
Warga Palestina berdiri di lokasi serangan Israel di sebuah rumah di Khan Younis di Jalur Gaza selatan, Kamis (19/10/2023). Foto: Ibraheem Abu Mustafa/REUTERS

Di awal konflik Hamas dan Israel — yang pecah 7 Oktober lalu, pria berusia 69 tahun itu telah mengambil sikap lebih hati-hati. Erdogan mengutuk seluruh serangan Hamas dan Israel terhadap warga sipil dan mendesak Israel merespons serangan Hamas secara bijaksana.

Namun, Erdogan menjadi jauh lebih vokal setelah serangan terjadi ke Rumah Sakit Baptis Al-Ahli Arab di Gaza pekan lalu, yang menewaskan lebih dari 500 orang, hingga menuai kecaman luas dari berbagai pihak.

Erdogan juga mulai menyasar kritiknya terhadap negara Barat yang mendukung Israel 'mempertahankan diri'. Pada Selasa (24/10), dia bahkan menuding Dewan Keamanan PBB tunduk pada 'rezim Israel'.

Di antara 15 anggota Dewan DK PBB, 5 negara, yakni Amerika Serikat, Prancis, Inggris, China, dan Rusia menjadi anggota permanen yang punya hak veto untuk membatalkan suatu resolusi.

AS banyak membantu Israel selaku sekutu dekatnya dalam hal persenjataan. "Mereka yang berada di luar wilayah tersebut harus berhenti menyiramkan bensin ke dalam api," kecam Erdogan.

"Semua pihak harus melepaskan diri dari pemicu dan gencatan senjata harus segera diumumkan. Negosiasi langsung atau tidak langsung harus dimulai untuk membebaskan para sandera," tambahnya.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *