• Oktober 26, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Presiden Turki Erdogan berpidato pada Sesi ke-78 Majelis Umum PBB di New York City, AS, 19 September 2023. Foto: Brendan McDermid/REUTERS
Presiden Turki Erdogan berpidato pada Sesi ke-78 Majelis Umum PBB di New York City, AS, 19 September 2023. Foto: Brendan McDermid/REUTERS

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali melontarkan komentar pedas terkait perang Israel dan Hamas. Menepis klaim Barat, Erdogan menegaskan bahwa Hamas bukan organisasi teroris — justru pejuang pembebasan yang melindungi tanah airnya serta rakyat Palestina.

Itu merupakan komentar tegas terbaru Erdogan, yang semakin vokal mengkritik Israel sejak terjadinya serangan di Rumah Sakit Al-Ahli Arab di Jalur Gaza pekan lalu dan menewaskan lebih dari 500 orang.

Dikutip dari Reuters, komentar tersebut disampaikan Erdogan ketika berbicara di hadapan anggota parlemen dari partai berkuasa AK Party, pada Rabu (25/10).

"Hamas bukanlah organisasi teroris, Hamas adalah pejuang pembebasan, 'mujahidin' yang berperang untuk melindungi Tanah Air dan rakyatnya," ujar Erdogan.

Dalam KBBI, kata mujahid diartikan sebagai mereka yang berjuang demi membela agama Islam. Atau juga diartikan pejuang bersenjata yang menganut ideologi Islam.

Lebih lanjut, Erdogan juga mengecam negara Barat yang memberikan dukungan terhadap Israel untuk mengerahkan serangan balasan ke Hamas yang nyatanya, jauh lebih brutal melalui bombardir di Gaza.

Air mata Barat yang dicurahkan untuk Israel adalah manifestasi dari penipuan," sindir Erdogan.

Warga Palestina berlarian di lokasi serangan Israel terhadap rumah-rumah, di Khan Younis di Jalur Gaza selatan, Kamis (26/10/2023). Foto: Mohammed Salem/REUTERS
Warga Palestina berlarian di lokasi serangan Israel terhadap rumah-rumah, di Khan Younis di Jalur Gaza selatan, Kamis (26/10/2023). Foto: Mohammed Salem/REUTERS

Banyak negara NATO — yang juga beranggotakan Turki, menganggap Hamas adalah organisasi teroris imbas serangan bersejarah mereka ke Israel 7 Oktober lalu hingga menewaskan lebih dari 1.400 orang.

Sehingga, komentar pedas Erdogan menuai kritikan dari sesama sekutu NATO — seperti dari Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini. Menurut dia, komentar Erdogan sangat disesalkan dan tidak membantu dalam proses deeskalasi konflik.

"Saya akan mengusulkan kepada rekan saya [Menteri Luar Negeri Antonio] Tajani untuk mengirimkan protes resmi dan memanggil Duta Besar Turki, ujar Salvini.

Sejak perang Israel dan Hamas pecah, Erdogan memposisikan diri secara netral — tidak membenarkan tindakan Hamas maupun Israel yang mengorbankan banyak korban sipil. Dia pun mendesak kedua pihak untuk menghormati 'etika perang'.

"Kami meminta Israel untuk menghentikan pembomannya atas wilayah Palestina dan Palestina untuk menghentikan pelecehan mereka terhadap pemukiman sipil Israel," kata Erdogan pada Senin (9/10), beberapa hari setelah serangan Hamas terjadi.

Namun, sejak serangan di RS Al-Ahli Arab, Erdogan menjadi jauh lebih vokal hingga acap kali menyelipkan kritik terhadap Barat dan Dewan Keamanan PBB.

Erdogan menyebut Israel telah menyalahgunakan niat baik Turki melalui serangan 'tidak manusiawi' di Gaza, sehingga Erdogan pun membatalkan rencana kunjungannya ke Israel baru-baru ini.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *