• Januari 15, 2024
  • ardwk
  • 0


Jakarta, WK MEDIA

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah membagikan 342.621 unit alat memasak berbasis listrik (AML) alias penanak nasi gratis sepanjang tahun 2023.

Dari jumlah total penanak nasi tersebut, biaya yang disalurkan pun mencapai Rp176 miliar.

Menteri ESDM Arifin Tasrif menuturkan sebenarnya angka tersebut belum memenuhi target. Pasalnya, bermaksud menargetkan bisa membagikan 500 ribu penanak nasi bernilai Rp322 miliar pada tahun lalu.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

“Dalam waktu singkat itu memang sudah dilakukan upaya semaksimal mungkin sehingga dari 500 ribu itu terealisasinya 342 ribu ya,” kata dia dalam konferensi pers Capaian Sektor ESDM Tahun 2023 & Program Kerja Tahun 2024, Senin (15/1).

Ia pun berharap sisa penanak nasi yang belum tersalurkan bisa dipasarkan pada tahun ini. Arifin mengklaim respon masyarakat terhadap program cukup baik.

“Tapi tahun 2024 ini harapan kita akan melakukan recovery lagi karena responnya cukup besar,” ujarnya.

Pembagian penanak nasi gratis merupakan amanat Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2023 tentang Penyediaan Alat Memasak Listrik.

Terpisah, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jisman Hutajulu menjelaskan Pembagian penanak nasi berdasarkan hasil validasi kepala desa/lurah atau pejabat daerah setempat.

Setelah validasi dari kepala desa/lurah atau pejabat daerah, dilakukan verifikasi dan validasi yang melibatkan PT PLN (Persero) dan PT PLN Batam.

Selanjutnya dilakukan penetapan wilayah pendistribusian AML oleh Menteri ESDM melalui Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, pengadaan melalui e-katalog, dan pendistribusian yang melibatkan PT Pos Indonesia dan/atau badan usaha lain.

Jisman mengatakan terdapat lima merek AML yang memenuhi spesifikasi pada e-katalog dari beberapa badan usaha yang mengikuti proses pengadaan AML, yakni Cosmos, Maspion, Miyako, Sanken, dan Sekai.

“AML yang akan didistribusikan memiliki kapasitas 1,8-2,0 liter, mencantumkan label Standar Nasional Indonesia (SNI) dan hemat energi, serta memenuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN),” terangnya.

[Gambas:Video CNN]

(mrh/agt)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *