Daftar Isi



Jakarta, WK MEDIA

Keuangan BUMN farmasi PT Indofarma tengah bermasalah. Tercermin dari perusahaan yang tidak menunggak pembayaran gaji karyawan.

Direktur Utama Indofarma Yeliandriani tidak membantah kabar tersebut dan mengungkapkan penyebabnya.

Hal ini disebabkan telah tercapainya terjaminnya kewajiban pembayaran hutang (PKPU) yang meskipun tidak berdampak secara langsung pada operasional perseroan, akan tetapi perseroan harus berkoordinasi dengan tim pengurus yang ditunjuk pengadilan, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, katanya dalam keterbukaan informasi, Rabu ( 17/4).

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

Sekretaris Perusahaan Indofarma Warjoko Sumedi mengatakan sampai saat ini perusahaan masih mengumpulkan dana untuk membayar gaji tersebut.

“Bahwa gaji karyawan Indofarma betul hingga saat ini belum kekurangan. Manajemen lagi berupaya untuk mendapatkan dana yang cukup guna pembayaran gaji tersebut,” ujar Sekretaris Perusahaan Indofarma Warjoko Sumedi.

Meski menunggak pembayaran gaji, namun perusahaan mengklaim masih membayar tunjangan hari raya (THR) secara penuh kepada karyawan.

Lalu seperti apa kenyataannya?

1. Penipuan Dugaan

Kementerian BUMN memperkirakan akan terjadi penipuan atau penipuan atas laporan keuangan Indofarma sehingga terjadi permasalahan tunggakan pembayaran gaji.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan dugaan penipuan berdasarkan hasil audit BPKP yang akan dibawa ke penegak hukum atau ke Kejaksaan Agung.

“Iya lagi proses,” ujarnya di The Gade Tower, Selasa (7/5).

2. Peralihan operasi Indofarma ke Biofarma

Kementerian BUMN juga berencana mengalihkan operasional Indofarma ke PT Biofarma (persero) sebagai langkah penyelamatan. Sebab, kondisi Indofarma sangat buruk.

“Aspek penyelamatan perusahaan, kami sedang rancang bersama dengan Biofarma sebagai holding untuk nanti bagaimana operasi Indofarma ke depan, lagi kita lihat skalanya seperti apa. Karena kondisi sekarang sangat berat sekali. Memang Biofarma akan melakukan penyelamatan holding,” ungkap Tiko sapaan akrabnya.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan sebetulnya sudah sejak tahun lalu gaji karyawan Indofarma ditanggung oleh Biofarma. Namun, saat ini perusahaan induk kini merasa terbebani.

“Sekarang udah mulai ngadat, karena udah terlalu banyak uang Biofarma yang disedot Indofarma. Sudah ratusan miliar uang Biofarma masuk ke Indofarma. Ada batasan juga kan,” katanya.

3. BPK Temukan Indikasi Pidana

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan indikasi pidana dalam laporan keuangan PT Indofarma Tbk dan anak perusahaan yang merugikan negara Rp371,83 miliar.

Hal ini diketahui berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Investigatif atas pengelolaan keuangan Indofarma, anak perusahaan, dan instansi terkait lainnya tahun 2020 sampai dengan tahun 2023.

Laporan tersebut pun telah diserahkan kepada Jaksa Agung di Kejaksaan Agung (Kejagung), Senin (20/5).

4. Sumber Masalah Indofarma

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan potensi penyimpangan (fraud) dalam pengelolaan keuangan Indofarma terletak pada anak perusahaannya, PT Indofarma Global Medika.

Masalahnya terletak pada dana Rp470 miliar yang harusnya masuk ke Indofarma tetapi tidak disetor oleh Indofarma Global Medika.

“Ketika ditanya ke Indofarma Global Medika apakah tagihan tersebut sudah ditagih ke pihak ketiga, pihak lain yang didistribusikan, ternyata sudah ditagih semua oleh Indofarma Global Medika,” katanya secara virtual, Selasa (22/5).

[Gambas:Video CNN]

(sfr/sfr)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *