• Oktober 28, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Foto: Daniel LEAL/AFP
Foto: Daniel LEAL/AFP
Foto: Daniel LEAL/AFP
Foto: Daniel LEAL/AFP
Foto: Daniel LEAL/AFP
Foto: Daniel LEAL/AFP
Foto: Daniel LEAL/AFP

Di bengkel yang penuh dengan memorabilia bersejarah, Carl Burge dengan terampil menerapkan sentuhan akhir pada bilik telepon Inggris berwarna merah yang sedang direstorasinya.

"Mereka ikonik," kata Burge, pria 54 tahun yang telah bekerja untuk merevitalisasi bilik telepon yang sudah tua dan rusak selama lebih dari 20 tahun, dikutip AFP.

Sebagai lambang Inggris di seluruh dunia, pilar merah kokoh yang pertama kali dibangun pada tahun 1920-an ini telah bertahan dari segala hal mulai dari vandalisme hingga cuaca basah yang terkenal di negara tersebut selama beberapa dekade berikutnya.

Jumlah bilik telepon di Inggris mencapai puncaknya pada tahun 1990-an yaitu sekitar 100.000, meskipun banyak di antaranya yang bukan berdesain merah yang terkenal.

Meskipun saat ini penggunaannya sudah berkurang karena meluasnya penggunaan telepon seluler, masih ada sekitar 20.000 telepon umum yang masih berfungsi di seluruh negeri.

Kini, bilik telepon legendaris tersebut semakin banyak digunakan oleh masyarakat lokal dan diubah menjadi fasilitas seperti perpustakaan mini, tempat informasi pengunjung, dan alat defibrilator.

Pemilik Carl Burge, berpose di depan bilik telepon tradisional berwarna merah di "Remember When UK", sebuah perusahaan yang mengkhususkan diri dalam restorasi memorabilia Inggris di King's Lynn, di timur Inggris. Foto: Daniel LEAL/AFP
Pemilik Carl Burge, berpose di depan bilik telepon tradisional berwarna merah di "Remember When UK", sebuah perusahaan yang mengkhususkan diri dalam restorasi memorabilia Inggris di King's Lynn, di timur Inggris. Foto: Daniel LEAL/AFP

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *