• Oktober 25, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Foto: Ros Postigo/REUTERS
Foto: Ros Postigo/REUTERS
Foto: Ros Postigo/REUTERS
Foto: Ros Postigo/REUTERS
Foto: Ros Postigo/REUTERS
Foto: Ros Postigo/REUTERS

Ilmuwan Peru dan Polandia mengungkap wajah seorang gadis yang hidup di masa Kekaisaran Inca pada lebih dari 500 tahun lalu. Penampakan ini hasil rekonstruksi tim peneliti dari sisa muminya yang ditemukan di dekat gunung berapi di Andes Peru.

Dengan teknologi 3D, para ahli merekonstruksi wajah si gadis yang diyakini berusia antara 14 atau 15 tahun. Tubuh gadis ini ditemukan pada 1995 dalam kondisi beku di ketinggian 6.400 meter di atas permukaan laut di Provinsi Caylloma di wilayah Arequipa, Peru.

Para ilmuwan dari Universitas Katolik Santa Maria di Peru dan Universitas Warsawa di Polandia mengungkap wajah yang direkonstruksi setelah 20 tahun menganalisis tengkorak dan tubuh mumi, yang dikenal sebagai Lady of Ampato atau Juanita.

Wajah gadis yang direkonstruksi menggunakan teknologi tiga dimensi, seorang gadis yang dikorbankan lebih dari 500 tahun yang lalu dan tubuh bekunya ditemukan pada tahun 1995, difoto di Universitas Katolik Santa Maria, di Arequipa, Peru. Foto: Ros Postigo/REUTERS
Wajah gadis yang direkonstruksi menggunakan teknologi tiga dimensi, seorang gadis yang dikorbankan lebih dari 500 tahun yang lalu dan tubuh bekunya ditemukan pada tahun 1995, difoto di Universitas Katolik Santa Maria, di Arequipa, Peru. Foto: Ros Postigo/REUTERS

Dikutip Reuters, peneliti mengatakan gadis ini korban tumbal di masa Kekaisaran Inca. Dia dijadikan persembahan kepada para dewa untuk menghentikan bencana alam, seperti kekeringan, banjir, letusan gunung berapi, atau wabah penyakit.

Juanita memiliki retakan sepanjang lima sentimeter di tengkoraknya. Para ahli percaya dia meninggal karena pukulan parah di kepala, kemungkinan dengan pentungan atau senjata Inca, ketika sedang berlutut hingga menyebabkan pendarahan internal.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *