• Oktober 27, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Pesawat milik Garuda dengan bahan bakar Bioavtur J2.4 besutan PT Pertamina Patraniaga, jenis Boeing 737-800 NG. Foto: Widya Islamiati/kumparan
Pesawat milik Garuda dengan bahan bakar Bioavtur J2.4 besutan PT Pertamina Patraniaga, jenis Boeing 737-800 NG. Foto: Widya Islamiati/kumparan

Bertepatan dengan Hari Penerbangan Nasional, PT Garuda Indonesia (GIIA) melakukan penerbangan komersial berbahan bakar Bioavtur J2.4 yang ramah lingkungan alias sustainable aviation fuel (SAF) pertama di Indonesia, Jumat (27/10). Produksinya PT Pertamina Patraniaga.

Direktur Utama GIIA Irfan Setiaputra mengatakan pesawat milik Garuda yang terbang dengan avtur bersih ini jenis Boeing 737-800 NG. Tujuannya dari Jakarta ke Solo.

“Siang ini, pesawat yang sama tersebut akan diberangkatkan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta menuju Bandara Adi Soemarmo Solo bersama lebih dari 100 penumpang onboard, dan akan menjadi penerbangan komersial berbahan bakar SAF pertama di Indonesia,” katanya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Irfan menjelaskan, pesawat milik Garuda terlibat aktif dalam tahap penting uji coba bahan bakar alami ini, pertama pesawat pesawat CFM56-7B pada 26 Juli 2023 dan penerbangan komersial pertama pesawat kali ini.

“Sebelum sampai di tahap ini, Garuda Indonesia bersama GMF AeroAsia terlibat aktif dalam dua tahap penting uji coba bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau Sustainable Aviation Fuel atau SAF Bioavtur J2.4, yaitu Engine Static Cell pada mesin pesawat CFM56-7B pada 26 Juli 2023 serta Ground Run and Flight Test pada pesawat Boeing 737-800 NG hari ini,” tambah Irfan.

Pesawat milik Garuda dengan bahan bakar Bioavtur J2.4 besutan PT Pertamina Patraniaga, jenis Boeing 737-800 NG. Foto: Widya Islamiati/kumparan
Pesawat milik Garuda dengan bahan bakar Bioavtur J2.4 besutan PT Pertamina Patraniaga, jenis Boeing 737-800 NG. Foto: Widya Islamiati/kumparan

Irfan menyebutkan sudah selayaknya Indonesia memiliki komitmen serta concern yang tinggi terhadap upaya-upaya reduksi emisi global. Hal itu pula yang mendorong Garuda Indonesia sebagai national flag carrier untuk melakukan inisiatif-inisiatif berorientasi sustainability, dengan kompensasi CO2 yang dihasilkan dari operasional penerbangan kami atau carbon offset maupun dengan mengurangi emisi karbon itu sendiri carbon reduction.

“Dalam kaitan tersebut, sudah selayaknya kami sebagai maskapai pembawa bendera negara mendukung langkah Pemerintah untuk mewujudkan upaya-upaya pengurangan emisi gas rumah kaca dan mewujudkan Net Zero Emissions pada 2060, termasuk melalui pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau SAF, yang sejauh ini telah dilaksanakan secara sinergis oleh berbagai stakeholders,” tutup Irfan.

https://www.instagram.com/p/CwZxGHvp65a


]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *