• Oktober 31, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

“Ia yakin betul akan memenangkan suara, karena dukun sudah menjamin,” tulis Kuntowijoyo dalam Mantra Pejinak Ular. Calon lurah dalam kisah itu mencopot pakaian, menceburkan diri ke dalam sendang. Dingin di Desa Pandanwangi tak ia pikirkan, yang penting memenangkan kontestasi lurah. Kadang, politik dan segala tetek bengeknya, membuat manusia mematikan saklar nalar yang ada dalam otaknya secara sporadis dan mengerikan.

Kisah Kuntowijoyo itu begitu dekat denganku lantaran banyak hal unik yang dilakukan calon lurah, calon camat, atau bahkan politikus agar ia memenangkan pemilihan. Ada yang sowan ke Laut Kidul, minta petunjuk ke orang sakti, semedi di dekat pohon keramat di Giwangan, bahkan ada yang lek-lek-an selama tujuh hari tujuh malam sampai hari pemilihan. Ada yang berhasil, ada juga yang jadi gila.

Ya, maklum, saat itu belum dikenal yang namanya pencitraan. Belum ada itu yang namanya bikin konten di TikTok atau sengaja di-roasting komika agar naik elektabilitasnya. Saat itu, beragam cara praktis nan mistik mereka lakukan agar mendulang suara. Yang paling praktis adalah politik uang. Ia menjadi seperti budaya bangsa yang sudah melekat dalam struktur masyarakat. Kerusakan moral dan etik yang sudah mencapai tahap miris.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *