• Oktober 19, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Hakim Agung Gazalba Saleh mengenakan rompi oranye saat konferensi pers KPK, Jakarta, Kamis (8/12/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Hakim Agung Gazalba Saleh mengenakan rompi oranye saat konferensi pers KPK, Jakarta, Kamis (8/12/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

KPK menyayangkan putusan bebas kasasi Mahkamah Agung (AM) terhadap Hakim Agung Gazalba Saleh. Meski tetap menghormati putusan kasasi tersebut.

"Kami menyayangkan karena dalam perkara yang bermula dari tangkap tangan tersebut, majelis hakim pengadilan juga telah memutus bersalah kepada para terdakwa lainnya yang terdiri dari para hakim, ASN, pengacara dan dari pihak pelaku swasta," kata Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/10).

Gazalba Saleh ialah terdakwa kasus dugaan suap pengaturan vonis kasasi di Mahkamah Agung. Pengadilan Negeri hingga Mahkamah Agung menyatakan Gazalba Agung bebas karena menilai dakwaan KPK tidak terbukti.

Ali menambahkan, saat ini KPK masih menunggu amar putusan lengkap kasasi MA untuk dipelajari lebih lanjut. Sebab, sejauh ini belum diketahui pertimbangan kasasi tersebut.

Ali pun mengingatkan bahwa meski Gazalba Saleh bebas dalam kasus suap tersebut, tetapi ia masih berstatus tersangka lain di KPK.

"Adapun Gazalba Saleh saat ini pun statusnya masih menjadi Tersangka untuk dugaan tindak pidana korupsi lainnya, yaitu gratifikasi dan TPPU," tambah Ali.

Juru Bicara KPK Ali Fikri memberikan keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (27/7/2023). Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan
Juru Bicara KPK Ali Fikri memberikan keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (27/7/2023). Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan

Pada keterangan sama, Ali bicara soal dalam penanganan korupsi di sektor peradilan. Menurut dia, perlu ada efek jera agar tindak korupsi tidak terjadi lagi.

Selain itu, juga sebagai upaya untuk mendorong perbaikan secara menyeluruh sektor peradilan di Indonesia.

"Maka dengan sistem peradilan yang bersih dan bebas dari korupsi, akan dapat menghasilkan putusan-putusan yang berintegritas dan berkeadilan sesuai dengan prinsip-prinsip hukum yang berlaku," pungkasnya.

Dalam kasusnya, Gazalba didakwa menerima suap pengurusan putusan kasasi di Mahkamah Agung (MA) senilai SGD 110 ribu atau setara dengan Rp 1,2 miliar. Dia didakwa bersama Hakim Agung Sudrajad Dimyati dan sejumlah PNS MA lain.

Namun, Gazalba Saleh dinyatakan bebas karena dinilai tidak terbukti sebagaimana dakwaan. Hingga tingkat kasasi, Gazalba Saleh tetap dinilai tidak bersalah dan dinyatakan bebas.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *