• Oktober 27, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Ilustrasi pasukan Hamas. Foto: Shutterstock
Ilustrasi pasukan Hamas. Foto: Shutterstock

Hamas tidak akan membebaskan tawanan sampai gencatan senjata tercapai. Perang antara Hamas dan Israel berlangsung hampir tiga pekan.

Pernyataan teranyar mengenai sandera disampaikan seorang pejabat Hamas, Abu Hamid, saat melawat ke Rusia. Media Rusia Kommersant melaporkan, bahwa delegasi Hamas termasuk salah satunya Hamid ada di Rusia dalam lawatan resmi.

Hamid mengatakan, butuh waktu untuk mengumpulkan semua sandera. Sebab, penyanderaan dilakukan oleh berbagai faksi di Palestina di Gaza.

"Mereka menyandera banyak ratusan orang, kebanyakan warga sipil, kami butuh waktu menemukan mereka di Jalur Gaza dan melepaskan mereka," ucap Hamid seperti dikutip dari Reuters.

Hamid menambahkan, butuh situasi tenang demi menyelesaikan tugas pembebasan. Di saat bersamaan, Hamas mengungkapkan selama serangan Israel 50 tawanan tewas.

Ada sekitar ratusan orang ditawan Hamas sejak serangan ke Israel 7 Oktober 2023 lalu. Baru segelintir dibebaskan termasuk dua orang lansia Israel.

Sementara itu, lawatan delegasi Hamas ke Rusia dikecam oleh Amerika Serikat (AS) sekutu dekat Israel. Washington bahkan menyebut lawatan itu tercela.

Rusia dikenal punya hubungan dengan pemain utama di Timur Tengah seperti Israel, Iran, Suriah, Otoritas Palestina, dan Hamas.

Rusia menyalahkan diplomasi AS atas krisis di Timur Tengah antara Hamas-Israel. Moskow pun kerap menyerukan gencatan senjata antar pihak-pihak bertikai.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *