• April 2, 2024
  • ardwk
  • 0


Jakarta, WK MEDIA

Harga minyak menguat pada awal perdagangan Asia, Selasa (2/4). Penguatan tersebut didukung oleh tanda-tanda membaiknya permintaan dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak berjangka AS ke level tertinggi dalam lima bulan terakhir.

Dilaporkan Reuters, harga Brent berjangka untuk pengiriman Juni naik 37 sen menjadi US$87,79 per barel pada 00.46 GMT. Penguatan juga terjadi pada harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) sebesar 32 sen menjadi US$84,03 per barel.

Dalam catatannya, Analis Pasar IG Tony Sycamore menilai data manufaktur AS dan China yang lebih kuat dari perkiraan akan mengangkat harga.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

Aktivitas manufaktur China dan AS masing-masing meningkat pada bulan Maret untuk pertama kalinya dalam enam bulan dan 1-1/2 tahun, yang dipandang pasar sebagai indikator peningkatan permintaan minyak. China adalah importir minyak mentah terbesar di dunia sementara AS adalah konsumen terbesar.

Sycamore mengintai kontrak berjangka AS bisa naik hingga pertengahan $90an jika menembus tingkat resistensi teknis US$84,00 per barel. Terakhir kali kontrak WTI bulan cepat mencapai level US$95 per barel adalah pada Agustus 2022.

Kontrak bulan depan ditutup pada US$83,71 per barel pada Senin, penutupan tertinggi sejak Oktober 2023.

Di Timur Tengah, serangan Israel terhadap kedutaan Iran di Suriah melontarkan tujuh penasihat militer, di antaranya tiga komandan senior, menandai peningkatan konflik yang telah berlangsung selama hampir setengah tahun dan memicu kekhawatiran mengenai dampak yang lebih nyata terhadap pasokan minyak.

“Sampai saat ini, pasar belum mengurangi gangguan pasokan, karena perang masih dapat diatasi. Keterlibatan Iran dapat menyebabkan pasokan minyaknya terancam,” tulis analis ANZ dalam sebuah catatan.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan mengadakan pertemuan online Komite Pemantau Bersama Tingkat Menteri pada hari Rabu pekan ini untuk meninjau pasar dan penerapan pengurangan produksi oleh anggotanya.

Para anggota diperkirakan mempertahankan kebijakan pasokan mereka saat ini yang melemahkan pengurangan produksi secara sukarela sebesar 2,2 juta barel per hari (bph) hingga akhir kuartal kedua.

[Gambas:Video CNN]

(sfr)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *