• Oktober 24, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Wisatawan berlibur saat Lebaran di Pantai Parangtritis, Bantul, DI Yogyakarta, Minggu (16/5/2021). Foto: Hendra Nurdiyansyah/Antara Foto
Sebuah video viral di media sosial X (sebelumnya bernama Twitter) memperlihatkan kabut turun di sebuah pantai di Yogyakarta. Peristiwa itu terjadi sore hari, tepatnya ketika Matahari akan terbenam.
Video berdurasi 18 detik yang dibagikan oleh akun @merapi_uncover di media sosial X memperlihatkan Pantai Parangtritis, Bantul, Yogyakarta, diselimuti oleh kabut tebal sehingga menutupi jarak pandang, sementara orang-orang tetap asyik menyaksikan Matahari terbenam.
Pantai Parangtritis Bantul Yogyakarta sore tadi juga full kabut,” tulis @merapi_uncover.

Tak hanya Parangtritis, kabut tebal juga terjadi di Pantai Drini Gunung Kidul, Yogyakarta. Dalam unggahan lain, kabut di Pantai Drini terjadi pada Minggu siang (22/10). Kabut yang sangat tebal itu membuat suasana pantai seperti dipenuhi asap kebakaran. Lantas, apakah ini bisa menjadi pertanda akan terjadinya badai?

Penjelasan BMKG soal kabut asap di pantai Yogyakarta

Menurut Kepala Sub Bidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Siswanto, fenomena yang terjadi di sejumlah pantai di Yogyakarta disebut sebagai coastal fog atau kabut pantai.

Coastal fog mengacu pada terjadinya kabut di wilayah pesisir. Fenomena ini biasanya terjadi di musim semi dan musim panas, umum di Eropa tapi jarang terjadi di Indonesia

“Tapi memang jarang terjadi di Indonesia atau kurang kentara. Tidak sebagaimana di negara-negara lintang tinggi seperti Eropa,” kata Siswanto.

Siswanto mengatakan kabut pantai merupakan fenomena atmosfer biasa dan bisa dijelaskan secara ilmu meteorologi. Coastal fog disebabkan oleh udara adveksi yang terbentuk ketika udara lembab dan hangat melewati permukaan yang lebih dingin.

Ketika hal ini terjadi, udara dingin yang berada tepat di atas permukaan laut mendinginkan udara hangat di atasnya sehingga tidak mampu lagi menahan kelembapan. Ini memaksa udara hangat mengembun, membentuk partikel-partikel kecil air sehingga berubah menjadi kabut. Inilah yang terlihat di Pantai Parangtritis dan Pantai Drini Gunung Kidul.

Munculnya kabut pantai secara tiba-tiba terkadang bisa berbahaya, menyebabkan disorientasi karena mengurangi jarak pandang secara signifikan. Hal ini juga bisa berdampak pada industri seperti perkapalan dan anjungan minyak karena mengganggu produktivitas dalam jangka waktu lama.

Kendati begitu, Siswanto menegaskan, kabut pantai ini sama sekali bukan sebagai pertanda akan terjadinya badai. Dia bilang, ini hanya fenomena alam biasa.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *