• April 20, 2024
  • ardwk
  • 0


Jakarta, WK MEDIA

Pemerintah Hongkong akan memulai penyelidikan terhadap peran kantor akuntan kenamaan PricewaterhouseCoopers (PwC) dalam mengaudit raksasa properti China selamanya.

Dikutip dari AFPrencana ini bermula dari laporan seorang pembocor (pelapor).

Evergrande dengan tumpukan utangnya kini menjadi simbol krisis tahunan pasar properti China. Bulan lalu, salah satu unit bisnisnya juga merekayasa pendapatan lebih dari $78 miliar.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

PwC adalah auditor Evergrande selama lebih dari satu dekade. Tahun lalu mereka menyatukan diri di tengah ketidaksepakatan mengenai hasil audit akun perusahaan tahun 2021 tersebut.

Pada hari Jumat, Dewan Pelaporan Akuntansi dan Keuangan Hong Kong mengatakan “laporan pembocor” telah menjadi perhatian mereka.

“Laporan tersebut menyatakan mencakup pertanyaan mendalam tentang ketidakmampuan sistem manajemen mutu PricewaterhouseCoopers, serta hasil kualitas audit ke China Evergrande Group,” kata Dewan tersebut dalam sebuah pernyataan. “Mengingat banyaknya tuduhan ini dan perlunya melindungi kepentingan investor…AFRC berkewajiban untuk memulai penyelidikan.”

Penyelidikan ini dilakukan setelah surat tanpa nama beredar minggu lalu, yang berjudul “Siapa yang memimpin PwC ke dalam lubang api yang bernama Evergrande?”

Kantor akuntan tersebut mengecam surat itu dan mengatakan isinya adalah pernyataan tidak akurat yang juga berisi tuduhan palsu.

PwC juga mengatakan telah melaporkan masalah tersebut kepada pihak yang berwenang akan menyelidiki kejadian itu.

AFP tidak dapat memverifikasi siapa yang menulis surat tersebut.

Pihak yang berwenang di Tiongkok juga sedang memeriksa peran PwC dalam mengaudit Evergrande, meskipun belum ada keputusan mengenai sanksi yang diambil, demikian Bloomberg News melaporkan bulan lalu.

China bulan lalu mengatakan bahwa mereka akan melarang ketua Evergrande Xu Jiayin dari pasar sekuritas seumur hidup dengan alasan penipuan keuangan.

Awal tahun ini, raksasa real estate tersebut memberikan perintah penutupan oleh pengadilan Hong Kong setelah berjuang selama bertahun-tahun untuk membayar kembali kreditor setelah gagal bayar pada tahun 2021.

(AFP/vws)


[Gambas:Video CNN]

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *