• April 19, 2024
  • ardwk
  • 0


Jakarta, WK MEDIA

Indeks harga saham gabungan (IHSG) ambruk pada sesi pembukaan Jumat (19/4) pagi ini, sama seperti mayoritas bursa asing lainnya. Melemahnya indeks saham terjadi setelah Isarel membalas serangan Iran.

Mengutip RTI Infokom, IHSG dibuka di level 7.166. Namun pada pukul 10.20 WIB, anjlok 115,16 persen atau minus 1,62 persen ke posisi 7.049.

Tercatat, investor melakukan transaksi sebesar Rp4,78 triliun dengan jumlah saham yang mempublikasikan sebanyak 8,7 miliar saham. Adapun 99 saham menguat, 467 terkoreksi, dan 165 lainnya stagnan.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

Bursa saham Asia juga kompak bergerak di zona merah. Tercatat Nikkei 225 di Jepang melemah 3,31 persen, indeks Hang Seng Composite di Hong Kong minus 1,72 persen, dan indeks Kospi Korea Selatan minus 2,39 persen.

Sementara itu, bursa saham Eropa malah menguat kompak. Terpantau indeks FTSE 100 di Inggris menguat 0,37 persen, indeks DAX di Jerman 0,38 persen, dan indeks CAC 40 di Prancis 0,52 persen.

Seperti Asia, bursa saham AS kompak abruk. Indeks S&P 500 melemah 0,22 persen, indeks NYSE Composite minus 0,09 persen, dan indeks NASDAQ Composite minus 0,52 persen.

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan pelemahan IHSG diperkirakan terjadi imbas serangan Israel terhdap Iran.

“Kemudian terjadi pelemahan nilai tukar Rupiah terhdap dolar AS sebagai akibat dari aksi tersebut,” imbuh Herditya kepada CNNIndonesia.com.

Namun, di sisi lain emiten-emiten yang berbasis komoditas di IHSG bergerak menguat akibat naiknya harga komoditas dunia seperti emas dan minyak mentah.

Ia mengatakan secara teknikal, IHSG sudah menembus 7.066 dan 7.045 sebagai support terdekatnya, maka dalam kasus terburuk indeks saham akan mengarah ke 6.983-7.012 sebagai area koreksi selanjutnya.

Setali tiga uang, Pengamat Pasar Modal PT Dinamika Gelora Satya Oktavianus Audi pelemahan indeks saham tak lepas dari memanasnya konflik di Timur Tengah.

“Kami melihat pasar merespons serangan yang dilancarkan oleh Israel ke Iran, dan merupakan respons pada serangan Iran pada 13 April lalu,” ujarnya.

Oleh karena itu, investor di IHSG kembali menunjukkan respon negatif dengan terjadi aksi jual untuk saham-saham kategori cyclical, termasuk saham big caps. Di sisi lain, saham produsen minyak mentah justru mengalami kenaikan.

Sebuah ledakan terdengar di kota Ghahjaworstan di Iran, yang terletak di barat laut kota Isfahan.

“Kota Ghahjaworstan terletak di dekat Bandara Isfahan dan pangkalan delapan Angkatan Udara,” demikian laporan kantor berita FARS, dikutip CNN.

Iran Press TV juga melaporkan bahwa ledakan terdengar di dekat pusat kota. Namun penyebab ledakan ini belum diketahui.

Al Jazeera mengutip ABC News juga menyebut rudal Israel telah menghantam sebuah lokasi di Iran.

Imbas ledakan ini, semua penerbangan ke kota-kota besar Iran ditutup sementara.

Ini terjadi di tengah situasi was-was balasan Israel ke Iran. Beberapa waktu terakhir pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan akan melakukan serangan balasan, meski sudah diwanti-wanti Barat.

“Saya ingin menegaskan, kami akan membuat keputusan sendiri dan Israel akan melakukan semua hal yang diperlukan untuk mempertahankan diri,” kata Netanyahu.

[Gambas:Video CNN]

(mrh/pta)



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *