• Oktober 24, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Foto:  Irfan Adi Saputra/kumparan
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan Selasa (24/10). Pada perdagangan Senin (23/10), IHSG ditutup melemah 107,2 poin atau 1,57 persen ke level 6.741,964.

Analis Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan sejalan dengan mayoritas indeks di Eropa dan Wall Street, IHSG masih cenderung melemah di Selasa meski tidak sedalam perdagangan Senin. IHSG diperkirakan fluktuatif dalam rentang 6.730-6.775 di Selasa.

Pullback pada yield obligasi di AS diharapkan dapat menopang pergerakan nilai tukar Rupiah di Selasa. Sebagai informasi, nilai tukar Rupiah melemah 0,38 persen ke Rp 16.930 per USD di Senin sore,” kata Alrich, Selasa (24/10).

Secara sektoral, hanya sektor teknologi yang menguat di IDX pada Senin. Kondisi ini dipicu ekspektasi positif pelaku pasar terhadap kinerja perusahaan teknologi besar di AS, termasuk Amazon, Alphabet, Meta dan Microsoft yang dijadwalkan rilis pekan ini.

Sementara itu, Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance di level 6.715–6.830. Situasi Amerika Serikat (AS) didorong pergerakan imbal hasil US Treasury 10 tahun terus merangkak naik, kondisi geopolitik yang terjadi, ditambah dengan inflasi yang berpotensi mengalami kenaikan, sementara data ketenagakerjaan masih kuat.

Petugas menunjukan uang pecahan Rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Selasa (4/10/2022). Foto: Muhammad Adimaja/Antara Foto
Petugas menunjukan uang pecahan Rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Selasa (4/10/2022). Foto: Muhammad Adimaja/Antara Foto

“Hal ini mengindikasikan perekonomian Amerika kian solid. Meskipun inflasi tinggi dan tahan terhadap kenaikan tingkat suku bunga tapi sebetulnya, kenaikan imbal hasil US Treasury yang jauh lebih tinggi telah membantu The Fed untuk mengurungkan niat untuk menaikkan tingkat suku bunga lanjutan,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas..

Apabila kenaikan tingkat suku bunga hingga di atas 5 persen, hal ini sama dengan pengetatan kebijakan The Fed sebesar 50 bps, di mana hal tersebut juga sudah di konfirmasi oleh The Fed.

“Kami setuju akan hal tersebut, oleh sebab itu bagi penikmat pasar obligasi dalam negeri bersiap untuk mengalami pelemahan lanjutan, meskipun secara jangka pendek ada potensi penguatan meskipun terbatas,” lanjutnya.

Alrich menyarankan investor untuk mencermati peluang speculative buy pada PGAS, INDF, MARK, serta trading buy pada AKRA, TBIG dan MYOR. Sementara itu, Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan sederet saham yaitu ACES, BRMS, dan TBIG.

***

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.


]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *